Algoritma media sosial kini semakin canggih dan berdampak besar pada emosi penggunanya. Banyak individu merasa bahwa konten yang muncul di beranda mereka memengaruhi suasana hati sehari-hari.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa algoritma tersebut dirancang untuk menarik perhatian serta memicu reaksi emosional dari penggunanya. Hal ini menyebabkan kita sering terjebak dalam konsumsi konten yang dapat menimbulkan berbagai perasaan, mulai dari bahagia hingga marah.
Apa Itu Algoritma Media Sosial?
Algoritma media sosial merupakan sekumpulan aturan yang digunakan oleh platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter untuk menentukan konten yang ditampilkan kepada pengguna. Setiap platform memiliki metodenya masing-masing dalam memilih postingan berdasarkan interaksi dan preferensi pengguna.
Cara kerja algoritma ini bisa dianalogikan seperti 'ramalan' mengenai apa yang mungkin kamu suka. Misalnya, jika kamu sering berinteraksi dengan konten terkait hewan peliharaan, algoritma akan lebih sering menampilkan konten serupa di beranda kamu.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dampak Emosional dari Algoritma
Namun, tidak semua konten yang muncul memberikan dampak yang positif. Sejumlah pengguna mengaku merasa cemas atau tertekan setelah melihat konten di beranda mereka, khususnya berita buruk atau isu sosial yang memicu perasaan negatif.
Sebuah studi menunjukkan bahwa pengguna cenderung merasa lebih bahagia saat melihat konten yang positif dan sebaliknya, lebih sedih setelah terpapar berita negatif. Ini membuktikan betapa besar pengaruh algoritma dalam membentuk suasana hati individu.
Mengatur Konsumsi Konten di Media Sosial
Untuk mengurangi dampak negatif dari algoritma, pengguna perlu lebih bijak dalam memilih konten yang mereka konsumsi. Mengatur pengaturan privasi atau mengikuti akun dengan konten yang positif dapat membantu meningkatkan pengalaman di media sosial.
Fitur seperti 'menyembunyikan' konten yang tidak nyaman juga bisa menjadi solusi. Dengan melakukan ini, pengguna bisa lebih mengontrol apa yang muncul di beranda dan meminimalkan efek emosional yang tidak diinginkan.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: