Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 22:36 WIB

Penjelasan Gubernur Dedi Mulyadi tentang Gerbang Gedung Sate dan Nilai Budaya Kacirebonan

Author

Penjelasan Gubernur Dedi Mulyadi tentang Gerbang Gedung Sate dan Nilai Budaya Kacirebonan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa gerbang baru Gedung Sate tidak termasuk dalam kategori cagar budaya yang dilindungi.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Ia menegaskan bahwa proses pembangunan gerbang tersebut melibatkan analisis dari para ahli di bidang teknik sipil, memastikan kesesuaian desain dengan nilai-nilai budaya.

Gerbang Gedung Sate sebagai Budaya Kacirebonan

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa desain baru gerbang Gedung Sate mengandung nilai-nilai budaya Kacirebonan. Ia menunjukkan bahwa sejarah peradaban Sunda lebih banyak terwakili dalam bentuk candi dan bangunan daripada warisan bentuk lainnya.

Menurutnya, peninggalan seni Siliwangi sangat jarang ditemukan dalam bentuk arsitektur, sehingga gapura yang dirancang terinspirasi dari tradisi Kacirebonan yang berbaur dengan kebudayaan Mataram dan Majapahit.

"Peninggalan bangunan yang masih ada tersisa adalah budaya Kacirebonan, gapura itu berasal dari nilai-nilai budaya Kacirebonan, dan Kacirebonan mengadopsi dari kebudayaan Mataram dan Majapahit, jadi di situ yang disebut dengan candi bentar," ujarnya.

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Respons terhadap Perdebatan Masyarakat

Menanggapi reaksi yang muncul di media sosial, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pandangan warganet tidak seharusnya dijadikan acuan. Ia menggarisbawahi bahwa keputusan harus mengikuti pandangan para ahli, bukannya reaksi netizen yang sering kali tidak berdasar.

"Jangan ngikutin netizen. Kita ngikutin arsitek, gitu loh. Kalau ngikutin netizen, enggak akan selesai-selesai, nanti ada banyak versinya," tegasnya.

Dengan langkah tersebut, Dedi meyakinkan bahwa pembangunan gerbang Gedung Sate telah melalui kajian yang mendalam untuk memastikan tata ruang yang sesuai dengan konteks sejarah.

Penghargaan terhadap Arsitektur dan Desain

Dedi Mulyadi juga mencatat bahwa banyak warganet yang memberi apresiasi terhadap desain gerbang baru tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran arsitek yang berpengalaman dalam bidang penataan ruang menjadi hal penting dalam proses pembangunan.

"Kita ikutin arsitek yang ahli di bidang penataan ruang, terutama untuk membangun, menata, menyempurnakan ruang-ruang gedung yang bersejarah," ujarnya.

Dengan demikian, Dedi berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung desain yang diambil untuk menghormati warisan budaya yang ada.

Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU