Wakil Ketua Umum Bara JP, David Tanjung, mengingatkan pihak pemohon sengketa ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak mengharapkan ijazah asli Jokowi akan diperoleh.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN
Pernyataan ini muncul seiring dengan sengketa yang diajukan oleh organisasi Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) kepada Komisi Informasi Pusat (KIP).
Respon Terkait Permohonan Bonjowi
Dalam program di iNews, David Tanjung dengan tegas mengatakan, 'Kalau kawan-kawan Bonjowi mau nyari data di KIP, jangan bermimpi untuk mendapatkan ijazah asli Pak Jokowi. Nggak mungkin.' Pernyataan ini menunjukkan keyakinan bahwa dokumen asli tidak dapat diperoleh melalui jalur yang diusulkan oleh Bonjowi.
Ia juga menekankan bahwa sengketa ini hanya berkaitan dengan dokumen salinan atau legalisir yang harus disediakan oleh pihak-pihak yang berwenang seperti UGM, KPU DKI Jakarta, KPU Surakarta, dan Polda Metro Jaya.
David menjelaskan, 'Makanya kami bilang, Pak Jokowi nggak ada urusan dengan itu. Itu urusan dari penyimpan data yaitu KPU Surakarta.' Ini menunjukkan bahwa situasi yang ada tidak melibatkan Jokowi secara langsung.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Keterlibatan KIP dalam Sengketa
David Tanjung menegaskan tidak ada relevansi antara tuduhan ijazah palsu terhadap Jokowi dan posisi mantan presiden tersebut. Ia mengemukakan peran KIP dalam memastikan proses yang objektif dan tidak bias.
Ia menyatakan, 'Kata kunci dari proses KIP ini memastikan bahwa orang-orang yang memfitnah, yang menuntut bahwa ijazah Jokowi palsu, berarti memang fitnah.' Ini menandakan bahwa tuduhan yang ada didasarkan pada asumsi yang tidak berdasar.
David menambahkan bahwa perseteruan ini hanyalah upaya untuk mencari bukti setelah menuduh Jokowi tanpa memiliki dasar yang kuat.
Sikap Bara JP Terhadap Tuduhan
Dalam menjawab tuduhan bahwa ijazah Jokowi palsu, David menegaskan, 'Sudah mendeklare di awal bahwa ijazah Jokowi palsu, kemudian setelah gembar-gembor bahwa ijazah Jokowi palsu baru cari mana nih ijazah yang bisa kita jadikan alat. Itu berarti kan clear bahwa itu fitnah, benar-benar fitnah.'
Pernyataan ini menekankan pada kecurigaan bahwa isu mengenai ijazah Jokowi hanyalah rekayasa untuk mendiskreditkan reputasi mantan pemimpin tersebut.
Melalui klarifikasinya, Bara JP berusaha mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam menanggapi tuduhan yang beredar di media.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: