Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 19:10 WIB

Kebisingan di Perkotaan: Fenomena Global yang Mempengaruhi Kesehatan

Author

Kebisingan di Perkotaan: Fenomena Global yang Mempengaruhi Kesehatan

Di tengah kehidupan urban yang semakin padat, kebisingan menjadi bagian dari keseharian kita. Namun, banyak orang merasa semakin sensitif terhadap suara di sekitarnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu kota saja, melainkan menjadi masalah global yang menarik perhatian banyak orang, terutama di Indonesia.

Perubahan Lingkungan dan Urbanisasi

Dalam beberapa dekade terakhir, peningkatan urbanisasi di Indonesia membawa banyak perubahan. Dengan banyaknya bangunan baru, transportasi umum, dan pusat-pusat perdagangan, tingkat kebisingan di kota-kota besar melonjak drastis.

Menurut penelitian oleh Universitas Indonesia, kebisingan dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang. Lingkungan yang bising dapat menyebabkan stres dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Dari survei yang dilakukan, ditemukan bahwa 60% responden merasa lebih sensitif terhadap kebisingan dibandingkan lima tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran akan dampak buruk suara yang berlebih.

Dampak Teknologi dan Media Sosial

Perkembangan teknologi juga berkontribusi terhadap ketidaknyamanan ini. Dengan adanya perangkat seperti smartphone, orang sering kali terpapar dengan suara-suara dari notifikasi atau panggilan yang terus menerus.

Faktor Psikologis dan Kesehatan

Kecenderungan manusia untuk merasa lebih sensitif terhadap suara seiring dengan meningkatnya stres dalam hidup sehari-hari. Menurut dr. Sari, seorang psikolog, "Kebisingan dapat berkontribusi pada gangguan tidur dan meningkatkan kecemasan."

Hal ini berarti kesehatan mental dan kondisi psikologis seseorang sangat berpengaruh terhadap persepsi mereka terhadap kebisingan. Misalnya, orang yang mengalami kecemasan lebih cenderung merasa terganggu oleh suara-suara kecil.

Dari hasil penelitian, individu yang mengalami masalah tidur akibat kebisingan memiliki potensi lebih besar untuk mengembangkan gangguan kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU