Konjungtivitis, atau yang lebih dikenal sebagai mata merah, adalah kondisi umum yang bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejalanya meliputi kemerahan, gatal, dan terkadang keluar nanah dari mata.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Penyebab konjungtivitis bervariasi, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga alergi. Mari kita bahas lebih dalam mengenai penyebab, gejala, serta cara mengobatinya.
Penyebab Konjungtivitis
Konjungtivitis dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Infeksi virus adalah salah satu penyebab paling umum, di mana virus dapat menyebar dengan mudah melalui kontak langsung dengan penderita.
Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan konjungtivitis. Bakteri seperti Staphylococcus dan Streptococcus mampu menyebabkan peradangan pada konjungtiva, lapisan yang melapisi bagian depan mata dan bagian dalam kelopak mata.
Alergi, seperti alergi terhadap serbuk sari, debu, atau bulu hewan, juga bisa menjadi penyebab konjungtivitis. Gejala yang muncul biasanya lebih bersifat musiman tergantung pada pemicu alergi tersebut.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Gejala Konjungtivitis
Gejala utama konjungtivitis adalah kemerahan pada bagian putih mata. Ini disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah di konjungtiva.
Selain kemerahan, mata yang terkena konjungtivitis sering kali terasa gatal dan berbulu. Penderitanya mungkin merasa ingin menggosok mata, yang justru bisa memperparah kondisi.
Perlu diwaspadai bahwa jika terdapat keluarnya nanah berwarna kuning atau hijau, ini bisa menjadi tanda infeksi bakteri. Kondisi ini biasanya memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Cara Mengobati Konjungtivitis
Pengobatan konjungtivitis tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh virus, biasanya tidak diperlukan pengobatan khusus, hanya perlu menjaga kebersihan mata.
Jika konjungtivitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik dalam bentuk tetes mata. Penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan hingga obat habis.
Sementara itu, jika penyebabnya adalah alergi, antihistamin dapat membantu meredakan gejala. Selain itu, menghindari pemicu alergi juga sangat dianjurkan.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: