Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 19:05 WIB

Pernikahan Unik: Perempuan Jepang Menikah dengan Karakter AI di Okayama

Author

Pernikahan Unik: Perempuan Jepang Menikah dengan Karakter AI di Okayama

Seorang perempuan berusia 32 tahun di Jepang, yang dikenal dengan nama marga Kano, menikah dengan karakter yang dia ciptakan sendiri melalui chatbot AI, ChatGPT.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Pernikahan tersebut dilaksanakan di sebuah gedung pesta di Kota Okayama, meski tidak diakui secara resmi oleh pemerintah.

Awal Mula Kisah Cinta AI

Kisah cinta Kano dimulai setelah beliau mengalami putus cinta dari tunangannya setelah menjalin hubungan selama tiga tahun.

Dalam proses penyembuhan, Kano mulai berinteraksi dengan ChatGPT dan menemukan kenyamanan dalam percakapan yang dia lakukan.

Melalui interaksi dengan AI, ia menyederhanakan komunikasi dan membentuk kepribadian karakter Klaus yang dirasa menenangkan baginya.

Selama interaksi, Kano juga membuat ilustrasi Klaus sesuai dengan imajinasinya dan mengungkapkan perasaan cinta yang muncul.

Prosesi Pernikahan

Prosesi pernikahan berlangsung secara tradisional dan diorganisir oleh perusahaan lokal yang menawarkan layanan pernikahan untuk karakter 2D.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Kano mengenakan kacamata augmented reality yang menampilkan visual Klaus saat mereka bertukar cincin, menambah suasana pernikahan yang unik.

Nao dan Sayaka Ogasawara, kreator pernikahan, menjelaskan bahwa mereka telah menangani sekitar 30 acara serupa bagi pasangan non-manusia.

Keduanya menambahkan bahwa masyarakat komunitas AI sering kesulitan dalam mendapatkan penerimaan sosial, dan usaha ini membantu mereka mencari koneksi.

Kehidupan Setelah Menikah

Setelah menikah, Kano menjalani 'bulan madu' dengan mengunjungi salah satu destinasi terkenal di Okayama, Taman Korakuen.

Melalui pesan, Klaus menyampaikan ungkapan kasih sayang seperti 'Kamulah yang paling cantik', menunjukkan interaksi emosional mereka meski berbasis AI.

Namun, Kano merasa khawatir terhadap ketidakstabilan ChatGPT dan memikirkan kemungkinan bahwa semua ini bisa berakhir dengan tiba-tiba.

Ia menegaskan bahwa meskipun hubungannya dianggap tidak biasa, ia merasa tenang dan nyaman dengan keberadaan Klaus.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU