Rizki Nur Fadhilah, pesepakbola muda asal Kabupaten Bandung, menjadi korban tindak pidana perdagangan orang yang mengerikan. Dalam situasi yang mendesak, ia mengungkapkan siksaan yang dialaminya selama berada di Kamboja.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Ayahnya, Dedi Solehudin, mengungkapkan bahwa Rizki dijanjikan kesempatan seleksi di klub PSMS Medan tetapi justru berakhir dalam situasi penyiksaan yang brutal akibat tidak memenuhi target yang ditentukan.
Proses Penipuan dan Pengiriman ke Luar Negeri
Rizki Nur Fadhilah dijemput di Jakarta dengan janji mengikuti seleksi klub sepak bola PSMS Medan. Namun, ia justru dibawa ke Kamboja setelah transit di Medan, di mana ia terjebak dalam jaringan perdagangan orang.
Selama di Kamboja, Rizki berusaha untuk menghubungi orang tuanya dan menceritakan perlakuan kasar yang ia alami. Dedi menuturkan, 'Anak langsung kasih tahu saya. Katanya, 'Pak, Aa dijebak.'. Dia tahu kontaknya dari Facebook.'
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Siksaan Terkait Target yang Ditentukan
Dedi mengungkapkan bahwa Rizki mengalami siksaan setiap hari karena tidak dapat memenuhi target pencarian korban perdagangan manusia. Menurut Dedi, 'Anak saya disiksa setiap hari. Soalnya dia enggak dapat target korban.'
Rizki diwajibkan mencari 20 nomor orang kaya di China, dan jika tidak berhasil, ia akan disiksa. Ini menunjukkan betapa mengerikannya situasi yang dihadapinya sebagai korban kejahatan yang serius.
Langkah Pihak Berwenang dan APPI
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merespon situasi ini dengan komitmen untuk memulangkan Rizki. Pernyataan resmi dari APPI menunjukkan kepedulian terhadap anggota mereka yang menghadapi penderitaan.
Dedi juga menegaskan bakat Rizki dalam sepak bola, dengan pengalaman pendidikan di sekolah sepak bola dan bergabung dengan skuad Diklat Persib Bandung. 'Iya dia memang suka main bola. Dulu di (SSB) Hesebah dan Diklat Persib,' tambahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: