Media sosial telah menjadi platform yang signifikan dalam membentuk citra tubuh, terutama di kalangan pengguna aktif di Indonesia. Hal ini membawa dampak positif sekaligus negatif, terutama dalam kesehatan mental mereka.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Tekanan untuk mencapai standar kecantikan dan kebugaran yang tidak realistis sering kali muncul akibat perbandingan dengan orang lain. Fenomena ini semakin meluas bersamaan dengan meningkatnya penggunaan media sosial di tanah air.
Peran Media Sosial dalam Membentuk Citra Tubuh
Media sosial telah berfungsi sebagai ajang promosi bagi influencer fitness yang banyak menyebarluaskan konten tentang gaya hidup sehat. Namun, konten ini seringkali hanya menyoroti aspek visual tanpa menjelaskan proses atau usaha di baliknya.
Banyak pengguna merasa tertekan untuk memenuhi ekspektasi dari gambar-gambar yang mereka lihat di platform seperti Instagram dan TikTok. Ini menciptakan dorongan untuk menyesuaikan diri dengan citra yang dianggap ideal dan menarik oleh masyarakat.
Studi menunjukkan bahwa paparan terhadap citra tubuh yang ideal dapat memperburuk perasaan ketidakpuasan terhadap penampilan fisik. Media sosial menjadi pedang bermata dua yang dapat memotivasi tetapi juga menghancurkan kepercayaan diri individu.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dampak Negatif terhadap Kesehatan Mental
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang lebih sering menggunakan media sosial memiliki gejala peningkatan kecemasan dan depresi. Ketidakpuasan terhadap penampilan fisik dapat menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat atau program fitness yang ekstrem.
Organisasi kesehatan seperti WHO menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan media sosial untuk menghindari dampak negatif. Realitas yang sering disajikan di dunia maya dapat salah dipahami oleh banyak orang, terutama anak muda.
Dalam beberapa kasus, individu merasa perlu melakukan tindakan ekstrem demi mencapai penampilan fisik yang diperlihatkan. Hal ini berisiko memicu gangguan makan dan berbagai masalah kesehatan lainnya saat mereka menyadari bahwa ekspektasi tersebut tidak bisa dicapai.
Langkah untuk Mengurangi Tekanan dari Media Sosial
Salah satu cara untuk mengurangi tekanan akibat media sosial adalah dengan mengikuti akun yang menyajikan konten positif dan mendukung, termasuk promosi keberagaman bentuk tubuh serta kesehatan mental.
Meningkatkan kesadaran terhadap realitas di balik foto-foto yang diunggah juga sangat penting. Banyak influencer menggunakan pengeditan foto yang menciptakan ilusi tubuh ideal yang tidak merefleksikan kenyataan.
Mengatur waktu penggunaan media sosial juga dapat membantu mengurangi dampak negatif. Menghindari scrolling tanpa tujuan memberikan ruang bagi aktivitas lain yang lebih bermanfaat dan positif.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: