Polusi udara sudah menjadi isu serius di berbagai kota di Indonesia, memengaruhi kesehatan banyak warganya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Dari gangguan ringan hingga masalah serius, dampak polusi ini sangat nyata, khususnya terhadap fungsi paru dan jantung.
Faktor Penyebab Polusi Udara di Indonesia
Di banyak kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, polusi udara biasanya disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor.
Selain itu, aktivitas industri yang tidak terkendali juga berkontribusi besar terhadap kualitas udara yang buruk.
Debu, asap, dan gas berbahaya seperti karbon monoksida serta sulfur dioksida sering terakumulasi di atmosfer.
Penelitian menunjukkan bahwa paparan yang berkelanjutan terhadap zat-zat ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dampak Polusi Udara terhadap Paru-paru
Paparan polusi udara dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, meningkatkan risiko asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, kasus asma di Indonesia meningkat seiring dengan buruknya kualitas udara.
Selain itu, polusi juga mengganggu kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen.
Risiko Penyakit Jantung akibat Polusi Udara
Studi juga menunjukkan bahwa polusi udara berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Partikel halus dapat merusak dinding pembuluh darah, memicu peradangan, dan meningkatkan tekanan darah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kematian akibat penyakit jantung sangat mungkin meningkat seiring dengan paparan polusi yang tinggi.
Usia dan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya dapat memperburuk dampak ini.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: