Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 17:28 WIB

Fenomena Bird Theory: Membangun Koneksi Dalam Hubungan Melalui Percakapan Sederhana

Author

Fenomena Bird Theory: Membangun Koneksi Dalam Hubungan Melalui Percakapan Sederhana

Fenomena 'Bird Theory' yang muncul di media sosial, khususnya TikTok, telah menarik perhatian publik dengan jumlah penonton mencapai hampir lima juta dalam waktu singkat.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Teori ini menguji responsivitas pasangan melalui percakapan sederhana mengenai burung, mengajak orang untuk memperhatikan cara berkomunikasi dalam hubungan mereka.

Asal Usul dan Konsep Bird Theory

Bird Theory diperkenalkan oleh Layne Berthoud, seorang terapis okupasi dari Los Angeles, dalam sebuah video sederhana yang memperlihatkan percakapan dengan suaminya mengenai burung.

Dalam video tersebut, Layne mengamati: 'Aku lihat burung hari ini.' Respons suaminya, Alexandre, menunjukkan ketertarikan dan perhatian yang berarti dalam komunikasi mereka.

Konsep ini menyiratkan bahwa kesediaan satu pasangan untuk membahas topik ringan seperti burung bisa menjadi awal tawaran untuk terhubung, sementara respons pasangan yang lain akan mengindikasikan keberhasilan komunikasi tersebut.

Pentingnya Responsivitas dalam Hubungan

Peneliti hubungan, John Gottman, menemukan bahwa pasangan yang langgeng cenderung menanggapi tawaran untuk terhubung seperti ini sekitar 86 persen dari waktu, sementara pasangan yang berpisah hanya melakukannya sekitar 33 persen.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal

Data ini menggarisbawahi betapa krusialnya responsivitas dalam menjaga kesehatan dan keberlanjutan hubungan.

Gottman, bersama istrinya Julie, telah menekuni studi tentang dinamika hubungan dengan pendekatan komunikasi yang beragam, menunjukkan bahwa respons yang baik adalah indikator penting dari hubungan yang sehat.

Risiko dan Batasan Bird Theory

Carrie Cole, direktur penelitian di Gottman Institute, menyampaikan bahwa meskipun Bird Theory mengungkap pandangan menarik tentang hubungan, penting untuk tidak berlebihan menilai hubungan hanya berdasarkan tes sederhana ini.

"Kita ingin pasangan saling mendekat. Tawaran kecil seperti 'Warna burungnya cantik!' memang membantu membangun kedekatan," tambah Cole.

Dr. Alexandra Solomon menekankan bahwa meskipun tes viral ini memberikan validasi, ini tidak boleh menjadi satu-satunya acuan dalam menilai komitmen dan kedekatan.

Berbagai tes semacam ini dapat menyebabkan tekanan yang tidak perlu, mengingatkan kita bahwa komunikasi yang lebih mendalam adalah yang paling penting dalam suatu hubungan.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU