Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 19:53 WIB

Kasus Penjualan Balita Bilqis: Dari Makassar ke Jambi

Author

Kasus Penjualan Balita Bilqis: Dari Makassar ke Jambi

Seorang wanita berinisial MA (42) ditangkap setelah menjual balita bernama Bilqis yang berusia empat tahun kepada suku anak dalam di Provinsi Jambi dengan harga Rp 80 juta.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Dalam penyelidikan, polisi mengungkap bahwa MA menggunakan surat palsu untuk mengklaim dirinya sebagai orang tua kandung Bilqis.

Modus Operandi Penculikan

Kejadian penculikan ini bermula ketika Bilqis dilaporkan hilang oleh ayahnya, Dwi Nur Mas alias Dimas (34), saat bermain tenis di Taman Pakui Sayang, Makassar pada Minggu, 3 November 2025.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan bahwa Bilqis telah dijual ke suku anak dalam di Jambi oleh MA, yang mengklaim sebagai orang tua kandung dan meminta adopsi dengan alasan ekonomi.

Selain MA, pihak kepolisian juga menangkap tiga tersangka lainnya: SY (30), NH (29), dan AS (36), yang berperan dalam pengaturan transaksi tersebut.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Pembongkaran Kasus oleh Polisi

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, mengemukakan bahwa MA membuat surat palsu untuk meyakinkan suku anak dalam tentang identitasnya sebagai orang tua Bilqis.

Ia menjelaskan, "Karena yang dari sana (suku anak dalam) itu, penerima itu, mereka mengira yang menjual dari sini itu adalah orang tua kandungnya," menunjukan kompleksitas dalam penyelidikan yang dilakukan.

Dalam upaya pengembalian Bilqis, polisi bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat di Jambi untuk memastikan keselamatan balita tersebut.

Proses Pengembalian yang Mengharukan

Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, menyatakan bahwa negosiasi dengan suku anak dalam sangat alot, karena mereka menganggap Bilqis sudah menjadi bagian dari keluarga.

"Sangat alot karena mereka itu bertahan. Karena katanya itu anak sudah dianggap sebagai anaknya sendiri," ungkap Supriadi mengenai tantangan dalam proses pengembalian Bilqis.

Momen haru terjadi saat Bilqis, yang awalnya menolak untuk dibawa kembali, menunjukkan kedekatan emosional yang telah terjalin dengan suku anak dalam di Jambi.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU