Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 14:13 WIB

Densus 88 Ungkap Keterkaitan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta dengan Dark Web

Author

Densus 88 Ungkap Keterkaitan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta dengan Dark Web

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa siswa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta memiliki keterhubungan dengan komunitas dan forum daring yang mengandung konten ekstrem di dark web.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Penelusuran digital menunjukkan bahwa pelaku secara rutin mengakses situs dengan konten kekerasan brutal serta video tindakan-tindakan yang mengerikan.

Penemuan Digital Densus 88

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, memaparkan bahwa pelaku sering mengunjungi berbagai komunitas daring di internet gelap.

Hal ini meliputi tinjauan terhadap konten-konten yang berisi rekaman peperangan dan pembunuhan. Mayndra menjelaskan, "Yang bersangkutan kerap mengunjungi komunitas daring (terutama di forum dan situs-situs gelap) yang menampilkan video atau foto orang yang benar-benar meninggal dunia, biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya."

Sampai saat ini, petugas Densus 88 belum menemukan jenis komunitas daring spesifik yang sering diakses oleh terduga pelaku.

Temuan tersebut masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.

Rincian Penemuan Bahan Peledak

Sebelum penemuan akses pelaku ke dark web, Densus 88 telah menemukan tujuh bahan peledak di lingkungan SMAN 72.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Penemuan ini diambil setelah melakukan olah tempat kejadian perkara pasca-insiden ledakan.

"Benar bahwa ditemukan tujuh peledak," ungkap Mayndra. Dari jumlah tersebut, dia menyatakan, hanya empat bahan peledak yang meledak pada dua lokasi berbeda di sekolah tersebut.

Ledakan terjadi pada hari Jumat, tanggal 7 November 2025, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Dampak dan Tindakan Lanjut

Insiden ini mengakibatkan peningkatan pengawasan terhadap kegiatan daring di kalangan generasi muda, khususnya yang berkaitan dengan akses ke konten ekstrem.

Densus 88 juga mengimbau kepada orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas daring anak-anak mereka.

Mayndra menegaskan bahwa upaya akan terus dilakukan oleh Densus 88 untuk mengidentifikasi dan mencegah akses ke konten-konten berbahaya yang dapat mengarah pada aksi terorisme.

Tindakan penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan yang terlibat juga menjadi prioritas.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU