Komet 3I/ATLAS kembali mencuri perhatian berkat penampakan hijau cemerlang yang tampak menyembunyikan ekornya. Ilmuwan memastikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam fenomena yang menarik ini.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Citra terbaru dari Lowell Observatory menunjukkan keunikan komet yang hanya tercatat tiga kali di Tata Surya, memberikan peluang bagi astronom untuk mempelajari materi unik yang dibawa oleh komet antarbintang ini.
Asal Usul dan Penampakan Komet
Komet 3I/ATLAS adalah komet antarbintang yang baru-baru ini mendapat perhatian berkat penampilannya yang menakjubkan. Peneliti Qicheng Zhang berhasil menangkap citra baru komet ini saat melesat menjauhi Matahari pada 5 November.
Komet ini sebelumnya bersembunyi di balik Matahari, dan mencapai titik terdekat pada tanggal 29 Oktober. Proses ini menyebabkan pembentukan koma yang membuat warnanya menjadi hijau cemerlang, berkat perlakuan panas dari Matahari.
Koma dapat terbentuk ketika es dan material dari inti komet menyublim menjadi gas, dan warna hijau disebabkan oleh partikel karbon diatomik. Zhang menggunakan filter khusus untuk mendeteksi cahaya yang dipancarkan oleh karbon diatomik tersebut.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Misteri Ekor Komet
Dalam penampakan terakhir, ekor debu komet tampak 'menghilang', namun Zhang menjelaskan bahwa ekor tersebut sebenarnya masih ada. Sisi kiri komet tampak lebih terang daripada sisi kanan, yang menunjukkan pandangan kita terhadap ekor komet.
Pendar asimetris ini terjadi karena posisi observasi yang hampir berhadapan langsung dengan ekor. Ekor yang melengkung sedikit ke kiri membuatnya sulit terlihat, namun hal ini bukan indikasi masalah pada komet sama sekali.
Zhang menekankan bahwa tidak adanya ekor yang jelas bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, menunjukkan kompleksitas dalam observasi terhadap komet.
Komet Bukan Pesawat Alien
Komet 3I/ATLAS telah menjadi pusat perhatian dalam astronomi, walaupun para ilmuwan menegaskan bahwa komet ini adalah fenomena alami dari sistem bintang lain. Mereka berencana melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami sejarah di balik komet ini.
Meskipun terbilang tidak biasa, 3I/ATLAS adalah pendatang antarbintang ketiga yang tercatat, serta memiliki potensi menjadi komet tertua yang pernah disaksikan di Tata Surya. Studi awal menunjukkan bahwa komet ini bisa berusia sekitar 3 miliar tahun lebih tua dari Tata Surya.
Ada kekhawatiran bahwa radiasi antariksa yang berkepanjangan membuat komet ini memiliki kerak tebal. Jika material yang dikeluarkan pada saat pembuangan adalah hasil dari radiasi, ini akan membuat proses penentuan asal usulnya menjadi lebih rumit.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: