Sebuah studi baru mengungkap bahwa terdapat banyak planet kecil mirip Neptunus di luar tata surya yang berpotensi menjadi objek studi menarik bagi ilmuwan.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Planet-planet ini dikenal sebagai mini-Neptunus, memiliki atmosfer tebal yang sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium, serta jumlahnya diperkirakan melimpah di galaksi ini.
Perburuan Planet Mini-Neptunus
Planet di luar tata surya, yang dikenal sebagai eksoplanet, telah menjadi subjek penelitian intensif seiring meningkatnya kemampuan teknologi teleskop.
Dengan jarak yang sangat jauh, signal keberadaan eksoplanet ini biasanya terdeteksi secara tidak langsung, seperti melalui pengamatan kilatan cahaya saat planet melintas di depan bintangnya.
Para ilmuwan menggunakan metode kreatif untuk menafsirkan keberadaan planet tersebut, termasuk mempelajari molekul di atmosfer mereka melalui analisis cahaya.
Proses ini membantu ilmuwan memahami karakteristik atmosfer dan massa planet melalui efek gravitasi planet terhadap bintang induknya.
Kondisi Planet-planet Kecil Mirip Neptunus
Penelitian menunjukkan bahwa mini-Neptunus memiliki suhu tinggi dan atmosfer berat, dengan kemungkinan lautan magma cair pada permukaannya.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Edwin Kite, asisten profesor di Universitas Chicago, menjelaskan bahwa kondisi ini pernah ada pada Bumi dan memperkirakan lautan magma yang terdapat di planet tersebut mungkin mencapai langit.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Eliza Kempton meneliti planet GJ 1214 b, yang termasuk dalam kategori mini-Neptunus, dan menemukan bahwa atmosfernya mungkin mengandung molekul yang lebih besar daripada hidrogen dan helium.
Hal ini menunjukkan bahwa atmosfernya mungkin lebih berat dari yang diperkirakan.
Kemungkinan Kehidupan di Mini-Neptunus
Meskipun ada banyak mini-Neptunus, kondisi atmosfer dan permukaan planet tersebut membuatnya tidak mungkin untuk dihuni oleh manusia.
Kempton menyatakan bahwa atmosfer yang tebal memberikan tekanan luar biasa pada permukaan planet, yang membuatnya tidak layak untuk kehidupan.
Namun, penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pembentukan planet dan memperluas pemahaman ilmuwan mengenai jenis-jenis planet di galaksi.
Matthew Nixon, peneliti pascadoktoral yang terlibat dalam studi ini, menjelaskan bahwa pengetahuan ini dapat membantu pencarian planet layak huni di masa mendatang.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: