Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 15:39 WIB

NASA dan ISRO Luncurkan NISAR untuk Pemantauan Bumi

Author

NASA dan ISRO Luncurkan NISAR untuk Pemantauan Bumi

Satelit radar pengamatan bumi terbaru dari NASA, NISAR, telah resmi mengorbit dan akan segera memasuki fase pengumpulan data ilmiah bulan ini.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Dikenal sebagai kolaborasi strategis antara NASA dan ISRO India, NISAR merupakan platform radar SAR dual-band yang ambisius dalam pengamatan bumi.

Kemampuan Citra Awal NISAR

Citra-citra awal yang dirilis oleh NASA menunjukkan kemampuan NISAR untuk merekam detail dengan akurasi tinggi. Misalnya, visualisasi wilayah Mount Desert Island di Maine memperlihatkan kontur penutup lahan secara jelas.

Satelit ini membedakan hutan dari lahan terbuka dan permukiman, memberikan pemahaman lebih baik tentang penggunaan lahan.

Pada citra North Dakota, NISAR dapat mengidentifikasi pola plot pertanian, sungai, dan hutan, bahkan untuk unit penggunaan lahan yang relatif kecil. Hal ini menandakan peningkatan signifikan dalam klasifikasi penutup lahan dan deteksi perubahan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas

Instrumen Kunci NISAR

NISAR dilengkapi dengan dua radar utama sebagai instrumen kunci. L-band dari NASA, yang beroperasi pada panjang gelombang 24 cm, mampu menembus kanopi hutan dan mengukur kelembapan tanah.

Sistem ini juga dapat mendeteksi gerakan permukaan hingga fraksi inci, yang memungkinkan pemantauan proses tektonik dan vulkanik dengan presisi yang jauh lebih tinggi.

Sementara itu, S-band dari ISRO bekerja pada panjang gelombang 10 cm dan sensitif terhadap vegetasi kecil. Ini membuat satelit mampu memantau sektor agrikultur dan ekosistem padang rumput secara efektif.

Fasilitas dan Keunggulan Operasional NISAR

NISAR dilengkapi dengan antena reflektor berdiameter 12 meter yang memberikan jangkauan swath hingga 242 km, menjadikannya ideal untuk pemetaan area luas dalam satu lintasan orbit.

Satelit ini berada pada orbit polar sun-synchronous di ketinggian 747 km dengan siklus ulang 12 hari. Dengan spesifikasi ini, NISAR dapat memperoleh data yang konsisten dan berkualitas tinggi.

NASA menargetkan agar L-band beroperasi selama minimal tiga tahun, sedangkan ISRO menetapkan lima tahun untuk S-band. Untuk mendukung akurasi geospasial, Australian Antarctic Division juga memasang corner reflector di beberapa lokasi di Antarktika dan pulau-pulau sekitarnya.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU