Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 14:45 WIB

Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia

Author

Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah di Indonesia

Pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia mengalami pelambatan yang signifikan pada kuartal III-2025. Total nilai KPR secara tahunan hanya tumbuh 7,39%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Jika dibandingkan dengan kuartal II-2025 yang mencatat pertumbuhan sebesar 7,81%, penurunan ini menunjukkan bahwa minat beli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR masih menunjukkan angka yang rendah.

Pelambatan Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia kuartal III-2025 mencatat pertumbuhan KPR yang melambat. Sebagaimana dikutip, 'Total nilai KPR secara tahunan tumbuh sebesar 7,39% (yoy), melambat dibandingkan 7,81% (yoy) pada triwulan sebelumnya.'

Data ini mencerminkan adanya penurunan minat masyarakat terhadap skema kredit rumah. Ketidakstabilan ekonomi yang masih berlangsung menjadi salah satu alasan masyarakat enggan mengambil risiko di sektor properti.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Kenaikan Suku Bunga Kredit Pemilikan Rumah

Suku bunga KPR tercatat naik menjadi 7,45% per tahun menurut laporan yang sama. Angka ini 'lebih tinggi dari catatan kuartal II-2025 yang sebesar 7,41% dan kuartal III-2024 sebesar 7,44%,' menggambarkan tren peningkatan biaya pinjaman.

Kenaikan suku bunga berpotensi menjadikan calon pembeli berpikir dua kali sebelum mengambil KPR. Ketidakpastian pasar dan meningkatnya pengeluaran juga menjadi faktor yang menyebabkan masyarakat lebih berhati-hati dalam menjalankan skema pembiayaan rumah.

Sumber Pembiayaan Pembangunan Properti Residensial

Pembiayaan pembangunan properti residensial menunjukkan pola yang menarik di mana mayoritas pengembang masih mengandalkan dana internal, mencatat 77,67% dari total sumber pembiayaan. Sumber dari pinjaman perbankan hanya mencapai 16,02%, sedangkan pembayaran dari konsumen berada di angka 6,31%.

Pilihannya untuk menggunakan sumber daya internal menunjukkan kecenderungan pengembang untuk tidak bergantung pada kredit bank. Bagi konsumen, pembelian rumah primer masih didominasi oleh KPR dengan pangsa 74,41%.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU