Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa ia tidak berada di bawah kendali Presiden Joko Widodo, menanggapi isu yang berkembang di publik.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, pada 6 November 2025.
Pernyataan Tegas Prabowo
Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak dikendalikan oleh Joko Widodo. Ia mengatakan, "Pak Prabowo masih dikendalikan oleh Pak Jokowi, enggak ada itu," yang menunjukkan penolakannya terhadap isu tersebut.
Lebih lanjut, Prabowo mengajak semua pihak untuk menghormati jasa Jokowi yang dianggapnya besar dalam kemajuan Indonesia.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Kritik Terhadap Budaya Negatif
Prabowo mencatat adanya budaya masyarakat yang tidak sehat, di mana pemimpin dicari-cari kesalahan setelah masa jabatannya. Ia menegaskan, "Kenapa tadi saya ingatkan, saya minta Pak Jokowi diundang, ya, karena saya lihat kok ada mulai budaya yang tidak baik, pemimpin di kuyu-kuyu, dicari-cari, pada saat berkuasa disanjung-sanjung, ini budaya apa, ini harus kita ubah."
Pandangan ini menekankan pentingnya sikap hormat terhadap pemimpin setelah mereka selesai menjalankan tugas.
Pembangunan di Bawah Jokowi
Selanjutnya, Prabowo memastikan bahwa tidak ada hal yang dititipkan kepadanya oleh Jokowi setelah masa jabatannya berakhir. Ia menyatakan, "Pak Jokowi itu enggak pernah nitip apa-apa sama saya, ya saya harus katakan yang sebenarnya kan begitu," menggarisbawahi independensinya.
Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap pencapaian pemerintahan Jokowi selama dua periode, termasuk pertumbuhan ekonomi yang baik dan perkembangan inflasi yang dianggap berhasil.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: