Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa infeksi COVID-19 dapat berpengaruh signifikan terhadap kesehatan reproduksi pria, yang kemungkinan berdampak pada keturunan mereka di masa depan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Penelitian yang dilakukan di Melbourne, Australia, mengungkap bahwa tikus jantan yang terinfeksi virus mengalami perubahan pada sperma yang dapat meningkatkan kecemasan di generasi selanjutnya.
Penelitian di Florey Institute
Penelitian ini dilaksanakan oleh para ilmuwan di Florey Institute of Neuroscience and Mental Health dengan menginfeksi tikus jantan menggunakan virus penyebab COVID-19.
Setelah infeksi, tikus jantan tersebut dikawinkan dengan tikus betina untuk mengevaluasi dampak kesehatan anak-anak yang dihasilkan dari tikus yang terinfeksi.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dampak Perilaku Pada Keturunan
Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menunjukkan keturunan dari ayah yang terinfeksi mengalami perilaku lebih cemas.
Elizabeth Kleeman, penulis pertama studi, menyatakan, 'Kami menemukan bahwa keturunan yang dihasilkan menunjukkan perilaku yang lebih cemas dibandingkan dengan keturunan dari ayah yang tidak terinfeksi.'
Perubahan Molekular Dalam Sperma
Para peneliti menemukan bahwa infeksi virus dapat mengubah molekul dalam RNA sperma tikus jantan yang terinfeksi.
Molekul RNA ini memainkan peran penting dalam regulasi gen yang berkaitan dengan perkembangan otak, yang menjadi faktor dalam peningkatan kecemasan pada keturunan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: