Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 11:03 WIB

Prof Teuku Faisal Fathani Dilantik sebagai Kepala BMKG

Author

Prof Teuku Faisal Fathani Dilantik sebagai Kepala BMKG

Prof Teuku Faisal Fathani telah resmi dilantik sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menggantikan Prof Dwikorita Karnawati.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz

Pelantikan yang berlangsung di Kementerian Perhubungan ini menandai awal kepemimpinan Faisal dalam lembaga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan informasi meteorologi dan mitigasi bencana.

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan

Serah terima jabatan antara Prof Dwikorita dan Prof Teuku Faisal dilakukan pada Senin, 3 November 2025, di Jakarta. Acara tersebut dipimpin oleh Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhi.

Menurut Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan, proses tersebut berlangsung dengan lancar, menegaskan pentingnya transisi kepemimpinan di lembaga strategis ini.

Pelantikan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 yang mengatur manajemen pegawai negeri sipil, serta perubahannya dalam PP Nomor 17 Tahun 2020.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Kepemimpinan Prof Dwikorita Karnawati

Prof Dwikorita Karnawati telah menjabat sebagai Kepala BMKG sejak 3 November 2017, dan dikenal sebagai rektor perempuan pertama di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selama masa jabatannya, Dwikorita memainkan peran kunci dalam modernisasi layanan BMKG, termasuk pengembangan sistem peringatan dini bencana serta digitalisasi informasi terkait cuaca.

Ia juga aktif terlibat dalam organisasi iklim global, termasuk menjadi anggota eksekutif di World Meteorological Organization (WMO), menjadikannya figur penting di tingkat internasional.

Profil Prof Teuku Faisal Fathani

Prof Teuku Faisal Fathani merupakan akademisi dan pakar kebencanaan dari UGM. Ia dikenal dengan risetnya dalam bidang sistem peringatan dini longsor dan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Faisal meraih gelar dalam Geoteknik dan Rekayasa Sabo dari Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang, dan diangkat menjadi profesor pada tahun 2017.

Sebagai alumni SMA Taruna Nusantara angkatan pertama, ia juga aktif dalam organisasi alumni dan memiliki pengaruh di kalangan ilmuwan kebumian di Indonesia.

Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU