Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 10:18 WIB

Pertemuan Jonan dan Prabowo: Fokus pada Program BUMN tanpa Bahas Kereta Cepat

Author

Pertemuan Jonan dan Prabowo: Fokus pada Program BUMN tanpa Bahas Kereta Cepat

Setelah pertemuan selama dua jam di Istana Kepresidenan Jakarta, Ignasius Jonan menegaskan bahwa diskusi tersebut tidak mencakup polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebaliknya, Jonan menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk membahas program-program pemerintah dan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional.

Pertemuan yang Tak Membahas Kereta Cepat

Ignasius Jonan, yang menjabat sebagai Direktur Utama KAI dari 2009 hingga 2014, menjelaskan bahwa diskusi dengan Prabowo diprakarsai oleh Sekretaris Kabinet dan berlangsung hampir dua jam.

Ia tiba di Istana Kepresidenan pada pukul 15.34 WIB dan meninggalkan lokasi pada pukul 18.20 WIB, menyoroti pentingnya berbagi pandangan mengenai program yang dijalankan oleh Prabowo.

Jonan menegaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai proyek kereta cepat yang tengah jadi sorotan masyarakat. 'Enggak, enggak (bahas kereta cepat). Enggak, saya nggak diminta masukan kok soal itu,' ujarnya setelah pertemuan.

Peran dan Kebijakan Prabowo Terkait BUMN

Selain itu, Jonan juga membahas peran Prabowo dalam diplomasi luar negeri dan pengembangan BUMN. Ia mengungkapkan bahwa Prabowo menunjukkan sikap positif dan mendengarkan dengan baik masukan yang diberikan, 'Puji Tuhan beliau berkenan untuk mendengarkan dan diskusi dan menerima lah beberapa masukan,' tambahnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas program-program dalam lingkup BUMN, tetapi juga program kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.

Jonan pun memilih untuk tidak mengomentari proyek kereta cepat ketika ditanya, menegaskan bahwa perbincangan lebih terarah pada hal-hal praktis demi kesejahteraan masyarakat.

Kondisi Keuangan Proyek Kereta Cepat

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang akrab disebut Whoosh, kini dihadapkan pada tantangan berat terkait utang. KAI, sebagai pemegang saham terbesar, harus menanggung kerugian sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.

Laporan keuangan yang dipublikasikan menunjukkan PT PSBI, yang merupakan entitas anak KAI, mengalami kerugian mencapai Rp 4,195 triliun sepanjang tahun 2024.

Hingga semester I-2025, PT PSBI melaporkan kerugian tambahan sebesar Rp 1,625 triliun, sebuah situasi yang menjadi perhatian serius mengingat kontroversi yang melingkupi proyek ini.

Jonan, yang sebelumnya menunjukkan penolakan terhadap proyek ini, menyebut bahwa tanggung jawab terkait kebijakan Prabowo sebagai pemimpin tidak dapat diabaikan.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU