Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Dengan 43,8 persen wilayah Indonesia memasuki musim hujan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
Perkembangan Cuaca dan Prediksi Hujan Ekstrem
Dalam analisis terbaru, BMKG memprediksi curah hujan tinggi akan terjadi di berbagai wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan. Beberapa daerah seperti Tampa Padang dan Naha telah mencatatkan intensitas hujan sangat lebat, dengan angka mencapai 152 milimeter per hari.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin kencang, diprediksi akan meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
Dari 26 Oktober hingga 1 November 2025, BMKG mencatat sebanyak 45 kejadian cuaca ekstrem, termasuk banjir dan tanah longsor, yang menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Pemerintah dan Strategi Mitigasi
Sebagai langkah antisipasi, BMKG bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di beberapa daerah. Keberhasilan OMC di Jawa Tengah telah mengurangi curah hujan sebesar 43,26 persen, sementara di Jawa Barat mencapai 31,54 persen.
Dwikorita menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dengan tujuan untuk mengurangi risiko yang bisa memengaruhi masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah dengan topografi curam.
Ketahanan Pangan dan Lingkungan
Meski ada potensi cuaca ekstrem, Dwikorita mengingatkan bahwa musim hujan juga dapat bermanfaat untuk pertanian dan ketahanan pangan jika dikelola dengan baik. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG.
Dengan mengantisipasi risiko cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat, seperti menjauhi area terbuka saat terjadi hujan lebat disertai petir.
Kepedulian terhadap kesehatan selama cuaca terik juga perlu diingat, agar masyarakat menjaga asupan cairan dan melindungi kulit mereka.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: