Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengenang perjuangan keluarga saat meminta pemakaman ayahnya, Soekarno, di Taman Makam Pahlawan setelah wafat pada tahun 1970.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Dalam seminar internasional di Blitar, Megawati mengungkapkan bahwa permohonan tersebut ditolak oleh pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.
Penolakan Pemakaman di Taman Makam Pahlawan
Megawati Soekarnoputri menjelaskan bahwa keluarga sempat mengajukan permohonan formal agar Bung Karno dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.
Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Presiden Soeharto, yang pada saat itu menerapkan kebijakan ketat terhadap warisan Orde Lama.
“Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main. Makanya kenapa beliau tidak seperti biasanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, tapi beliau dimakamkan di sini,” ungkap Megawati dalam seminar di Blitar.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Sejarah Makam Bung Karno
Lokasi makam Bung Karno di Blitar sebelumnya merupakan taman pahlawan bagi pra-jurit Pembela Tanah Air (PETA) yang gugur.
Megawati menggambarkan, meskipun lokasi tersebut bukan Taman Makam Pahlawan secara resmi, ia memiliki makna historis yang mendalam bagi perjuangan Indonesia.
“Di sini, supaya sejawat saya yang dari luar negeri tahu, ini sebetulnya dulu taman pahlawan dari banyak prajurit kami,” tambah Megawati.
Makna Warisan Bung Karno
Ketua umum PDI Perjuangan, Megawati, menekankan bahwa keputusan Soeharto untuk menolak permintaan pemakaman di TMP merupakan simbol perjuangan bagi keluarganya.
Meskipun demikian, Megawati mengungkapkan kebanggaannya karena makam Bung Karno kini menjadi tempat perkembangan sejarah yang banyak dikunjungi masyarakat.
“Alhamdulillah, tempat ini sekarang menjadi sangat populer. Banyak orang datang ke sini, dan ini pun sekarang jadi aneh, taman makam pahlawan juga bukan, tapi lebih dikenal dengan makam proklamator bangsa, Bung Karno,” jelasnya.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: