Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 14:20 WIB

Memahami Radang Selaput Paru: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Author

Memahami Radang Selaput Paru: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Radang selaput paru, yang dikenal sebagai pleuritis, bisa menyebabkan nyeri dada yang tajam dan sesak napas. Kondisi ini terjadi ketika lapisan melindungi paru-paru mengalami peradangan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Mempelajari gejala dan penanganan pleuritis sangat penting untuk mengenali kondisi ini lebih awal dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Apa Itu Radang Selaput Paru?

Pleuritis adalah peradangan pada pleura, lapisan tipis yang mengelilingi paru-paru. Penyebabnya bisa bervariasi, termasuk infeksi, penyakit autoimun, dan bahkan beberapa jenis kanker.

Kondisi ini dapat memicu rasa sakit saat bernapas atau bahkan saat batuk, sehingga membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit.

Jika tidak ditangani dengan baik, radang selaput paru bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti efusi pleura, di mana cairan menumpuk di ruang antara lapisan pleura.

Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat

Gejala Pleuritis yang Perlu Diketahui

Gejala utama pleuritis biasanya berupa nyeri dada yang tajam, terutama ketika bernafas dalam atau saat batuk. Rasa sakit ini cenderung memburuk saat mengalami pergerakan atau perubahan posisi.

Selain nyeri, pasien juga bisa mengalami sesak napas yang cukup mengganggu aktivitas fisik sehari-hari. Terkadang, gejala ini diiringi dengan demam dan batuk.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara tepat waktu.

Penanganan Radang Selaput Paru

Penanganan untuk pleuritis tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh infeksi, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik yang sesuai.

Sering kali, kombinasi obat anti-inflamasi dan pereda nyeri juga digunakan untuk mengatasi nyeri yang disebabkan oleh peradangan.

Dalam beberapa kasus, prosedur pengurasan mungkin diperlukan untuk mengeluarkan cairan jika terjadi efusi pleura, demi mengurangi tekanan dan mengurangi rasa nyeri pada dada.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU