Jakarta Selatan diguncang peristiwa tragis ketika seorang pengemudi mobil mewah Lexus tewas setelah tertimpa pohon tumbang saat hujan deras di Pondok Indah.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Korban, yang diketahui adalah mantan Direktur Danareksa, Harry Nugroho Prasetyo Danardojo, terjebak di dalam kendaraannya saat insiden terjadi.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, sekitar pukul 13.59 WIB. Menurut Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito, kejadian tersebut menimpa korban yang berada di dalam mobil sendirian.
"Dia sendiri, pemilik mobil, bukan sopir, bukan apa," ungkap Harnas saat dihubungi.
Korban saat itu sedang mengemudikan mobilnya ke arah selatan ketika pohon yang tingginya mencapai 15 meter dan berdiameter 60 cm tumbang dan menimpa kendaraannya.
"Di bagian kap hancur, penyek parah sampai kursi dalam juga bengkok ke bawah. Kap kena, rata sepintu," lanjut dia.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Tanggapan Keluarga dan Proses Selanjutnya
Setelah kejadian, pihak keluarga korban datang untuk meninjau keadaan. Mereka memutuskan untuk menolak proses autopsi terhadap jenazah.
"Keluarga korban sudah datang enggak mau autopsi, sudah menerima. Kita enggak perpanjang, keluarga enggak mau diperpanjang," jelas Harnas.
Keputusan tersebut menunjukkan ketabahan keluarga yang menerima fakta bahwa insiden ini adalah kecelakaan yang tak terelakkan.
Reaksi Masyarakat Terhadap Kejadian
Insiden ini menimbulkan kepedihan di masyarakat, terutama bagi orang-orang yang mengenal korban. Banyak yang menyampaikan rasa duka cita dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Jakarta, M Yohan, memberikan keterangan tentang kondisi pohon yang menimpa mobil. Menurutnya, pohon tersebut tumbang akibat hujan deras dan angin kencang, menciptakan situasi berbahaya bagi pengguna jalan.
"Korban 1 orang laki-laki usia kurang lebih 50 tahun meninggal dunia," terang Yohan.
Peristiwa ini juga menggugah perhatian mengenai keselamatan dan pemeliharaan lingkungan di daerah yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: