Tim peneliti di berbagai negara sedang berusaha menumbuhkan gigi biologis asli di rahang manusia, menandai langkah maju dalam bidang kedokteran gigi yang inovatif.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Penelitian ini berpotensi meredakan ketakutan yang sering muncul terkait prosedur gigi invasif yang umum dilakukan saat ini.
Kemajuan Penelitian di King's College London
Di King's College London, Ana Angelova Volponi, Direktur Program Pascasarjana Kedokteran Gigi Regeneratif, memimpin studi yang berpotensi mengubah cara kita mendesain dan mengganti gigi.
Selama hampir dua dekade, Volponi dan timnya telah bereksperimen untuk menumbuhkan gigi dari sel manusia, dengan keberhasilan awal sekitar tahun 2013.
Mereka menggunakan kombinasi sel gingiva manusia dewasa dan sel progenitor dari embrio tikus untuk menumbuhkan struktur gigi.
Tahun ini, mereka mengembangkan bahan lebih canggih untuk mendukung pertumbuhan gigi di laboratorium, yaitu meniru lingkungan alami di mulut.
Tantangan dan Prospek Masa Depan
Meskipun kemajuan telah dicapai, masih ada banyak tantangan yang harus diatasi sebelum teknologi ini dapat diterapkan pada manusia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Penting untuk dicatat bahwa para peneliti belum berhasil menemukan cara untuk mengganti sel embrio tikus dengan sel manusia dewasa.
Volponi menyebutkan dua kemungkinan penerapan, yaitu menumbuhkan gigi hingga tahap tertentu sebelum ditanamkan, atau menumbuhkan gigi sepenuhnya di laboratorium.
Keunggulan utama dari gigi biologis ini terletak pada kemampuannya untuk diterima dengan baik oleh tubuh, menghindari risiko penolakan yang sering dialami oleh implan.
Inovasi dari Peneliti di Seluruh Dunia
Di luar tim di King's College London, banyak peneliti di berbagai belahan dunia yang melakukan penelitian serupa dengan beragam pendekatan.
Katsu Takahashi dari Medical Research Institute Kitano Hospital di Osaka sedang mengembangkan terapi berbasis antibodi untuk merangsang pertumbuhan gigi pada pasien anodontia.
Sementara itu, Pamela Yelick dari Tufts University, AS, berhasil menumbuhkan gigi mirip manusia dari kombinasi sel manusia dan babi, bertujuan untuk mengizinkan sel rahang manusia untuk menumbuhkan gigi baru.
Hannele Ruohola-Baker dari University of Washington juga aktif dalam menumbuhkan sel punca pulpa gigi, diambil dari gigi bungsu manusia, yang diyakini dapat memberikan hasil signifikan dalam waktu dekat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: