Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:04 WIB

Hepatitis B: Penyakit yang Masih Menjadi Tantangan di Indonesia

Author

Hepatitis B: Penyakit yang Masih Menjadi Tantangan di Indonesia

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat berakibat fatal. Kesadaran tentang penyakit ini di Indonesia masih tergolong rendah meskipun vaksinasinya sudah tersedia.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Gejala hepatitis B dapat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga parah. Vaksinasi merupakan metode pencegahan yang paling efektif untuk melindungi dari infeksi ini.

Apa itu Hepatitis B?

Hepatitis B adalah infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) dan dapat menyebabkan penyakit hati kronis. Virus ini ditransmisikan melalui cairan tubuh seperti darah dan air mani.

Sekitar 257 juta orang di seluruh dunia hidup dengan infeksi hepatitis B kronis. Di Indonesia, prevalensi hepatitis B cukup tinggi dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diatasi.

Infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, termasuk sirosis atau kanker hati. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengantisipasi infeksi ini sejak dini.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Gejala Hepatitis B

Gejala hepatitis B tidak selalu muncul pada semua orang. Saat gejala muncul, sering kali mirip dengan flu, seperti demam, kelelahan, dan nyeri otot.

Beberapa individu dapat mengalami jaundice, yaitu perubahan warna kuning pada kulit dan mata, serta urine yang berwarna gelap. Hal ini menunjukkan bahwa hati tidak berfungsi dengan baik.

Penting untuk diingat, gejala ini bisa muncul dalam waktu 30 hingga 180 hari setelah terinfeksi. Seolah-olah infeksi ini 'diam-diam' hadir, membuat diagnosis menjadi tantangan.

Pencegahan melalui Vaksinasi

Vaksin hepatitis B adalah cara paling efektif untuk mencegah infeksi ini. Vaksin ini tersedia secara luas dan dianjurkan untuk semua orang, terutama bayi dan anak-anak.

Pemberian vaksin biasanya dilakukan dalam tiga dosis, sehingga dapat memberikan perlindungan jangka panjang. Efektivitas vaksin ini sangat tinggi, hampir mencapai 95 persen.

Disarankan untuk mendapatkan vaksinasi secepat mungkin, terutama jika ada riwayat keluarga yang terinfeksi atau jika bekerja di bidang kesehatan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU