Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 18:07 WIB

Tambang Emas Ilegal Ditemukan di Lombok Barat, Diduga Melibatkan Warga Negara Asing

Author

Tambang Emas Ilegal Ditemukan di Lombok Barat, Diduga Melibatkan Warga Negara Asing

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya tambang emas ilegal di Dusun Lendek Bare, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aktivitas ini diduga melibatkan warga negara China dengan modus seolah-olah merupakan tambang rakyat lokal.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Lokasi tambang berjarak dekat dari Sirkuit Internasional Mandalika yang baru-baru ini menjadi tuan rumah ajang balapan bergengsi. Kasatgas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria, menegaskan bahwa praktik penambangan ilegal ini berjalan secara masif di wilayah NTB.

Penemuan Tambang Emas Ilegal di Lombok

Pada 4 Oktober 2024, KPK mengonfirmasi penemuan tambang emas ilegal di Sekotong, NTB. Kasatgas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria, menjelaskan, "Saya dapat laporan di bulan Agustus, ada pembakaran basecamp emas. Ada tambang emas di yang diisi orang-orang China."

Dian menyatakan bahwa tambang tersebut mengejutkan karena baru diketahui beroperasi di Pulau Lombok, hanya satu jam dari Mandalika. Ia memperkirakan bahwa aktivitas ilegal ini dapat menghasilkan hingga 3 kg emas dalam sehari.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Dugaan aktivitas penambangan ilegal ini telah berlangsung sejak 2021, menghasilkan pendapatan yang signifikan, hingga Rp90 miliar per bulan. Dian Patria menambahkan, "Ini baru satu lokasi, dengan tiga stockpile. Belum lagi yang di Lantung dan Dompu, berapa itu per bulannya?"

Sumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 26 titik tambang ilegal di Sekotong dengan total lahan mencapai 98,16 hektare. Aktivitas ini berpotensi merugikan negara karena tidak membayar pajak, royalti, ataupun iuran tetap.

Penyelidikan KPK dan Korupsi

KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan tambang di Lombok. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi, "Benar sedang menangani perkara (tambang di Lombok) dimaksud."

Penggunaan alat berat dan bahan kimia yang diduga berasal dari China dikhawatirkan mencemari lingkungan. Dian Patria mengingatkan, "Jika terus dibiarkan, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat dan lingkungan setempat."

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU