Pada tanggal 19 Oktober 2025, Museum Louvre mengalami aksi perampokan yang mengejutkan, dengan lebih dari 150 jejak DNA ditemukan sebagai bukti di lokasi kejadian.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika
Perampok berhasil menggasak delapan perhiasan berharga dengan total nilai sekitar €88 juta setelah menembus sistem keamanan yang ada.
Rincian Kejadian dan Bukti yang Ditemukan
Dalam aksi ini, keempat pencuri menggunakan helm, rompi, dan sarung tangan yang meninggalkan jejak berharga untuk proses investigasi. Jaksa Paris, Laure Beccuau, menekankan pentingnya analisis cepat terhadap jejak-jejak ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.
Para perampok berhasil memasuki Galeri Apollo, tempat koleksi perhiasan kerajaan Prancis disimpan, dengan cara memanjat hingga ke balkon museum. Aksi yang terencana ini menunjukkan tingkat keahlian yang tinggi dari para pelaku, menyebabkan kekhawatiran akan efektivitas sistem keamanan yang ada.
Reaksi publik terhadap kegagalan sistem keamanan bertambah intens setelah mengetahui bahwa museum baru-baru ini melakukan evaluasi terhadap jaringan CCTV yang ada.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Kegagalan Pembongkaran Kotak Display
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pencuri awalnya mengalami kesulitan saat mencoba membuka kotak display perhiasan menggunakan alat gerinda. Setelah beberapa kali kegagalan, mereka beralih ke metode manual, membuat lubang kecil untuk mengakses isi kotak.
Sistem alarm museum memenangkan salah satu pertempuran, berbunyi pada pukul 09.34 pagi saat perampokan berlangsung, namun sayangnya tidak dapat menghentikan aksi pencurian. Dua petugas yang berada di lokasi dilaporkan tidak dapat bertindak lebih lanjut karena ketakutan akan kemungkinan senjata yang dibawa oleh pencuri.
Kejadian ini menyoroti bahwa meskipun prosedur keamanan telah diterapkan, reaksi karyawan dalam situasi tegang tidak selalu dapat diandalkan, yang menjadi perhatian utama dalam evaluasi keamanan mendatang.
Titik Buta dalam Keamanan dan Tindakan Selanjutnya
Laurence des Cars, Direktur Louvre, menyadari adanya titik buta dalam sistem keamanan yang telah dieksploitasi oleh para pencuri. Dalam merespons insiden ini, dia mengajukan beberapa langkah preventif, termasuk ide untuk menempatkan kantor polisi di dalam museum agar keamanan dapat ditingkatkan.
Des Cars juga berjanji untuk memperbaiki jaringan CCTV yang ada serta membatasi area parkir untuk mencegah kendaraan parkir terlalu dekat dengan museum, sebagai langkah untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan.
Kepala penyelidikan, Laure Beccuau, berharap bahwa perhatian media akan menambah tekanan pada pelaku serta mendesak pentingnya memperkuat sistem keamanan di tempat-tempat bersejarah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: