Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa uang beredar dalam arti luas (M2) di Indonesia telah mencapai Rp 9.771,3 triliun pada September 2025. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan M2 sebesar 8,0% dibandingkan tahun lalu, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 7,6%.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Pertumbuhan Uang Beredar dan Faktor Pendukung
Menurut laporan statistik yang dirilis oleh Bank Indonesia, pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pertumbuhan uang beredar sempit (M1) yang meningkat sebesar 10,7% year on year. Selain itu, uang kuasi juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,2% dalam periode yang sama.
Aktiva luar negeri bersih pada September 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai 12,6%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 10,7%. Hal ini memberikan kontribusi positif terhadap total uang beredar di perekonomian Indonesia.
Penyaluran kredit juga mengalami peningkatan sebesar 7,2% year on year, menjadikan sektor ini sebagai salah satu pendorong utama dalam pertumbuhan M2. Peningkatan ini menggambarkan adanya permintaan yang kuat terhadap kredit di kalangan pelaku usaha dan konsumen.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Rincian Pertumbuhan Uang Primer dan Giro Bank
Berdasarkan data yang diungkapkan oleh BI, Uang Primer (MO) yang disesuaikan mencatat pertumbuhan substansial sebesar 18,6% pada September 2025. Peningkatan ini menunjukkan respons yang positif terhadap insentif likuiditas yang diterapkan oleh BI.
Pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia yang mencapai 37,0% juga menjadi faktor penentu dalam naiknya kadar likuiditas tersebut. Sementara itu, uang kartal yang diedarkan juga turut mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,5%, menandakan caian yang lebih besar dalam sirkulasi uang.
Dampak Insentif Likuiditas terhadap Ekonomi
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan MO adjusted meliputi pengendalian moneter dan kebijakan insentif likuiditas yang diterapkan oleh BI. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah kebijakan moneter yang diambil memberikan dampak yang positif terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
BI terus memantau perkembangan likuiditas dan situasi ekonomi demi menjaga kestabilan sistem keuangan. Peningkatan uang beredar yang terukur dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa yang akan datang.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: