Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 11:49 WIB

Pengembangan Sistem AI untuk Peningkatan Pengawasan Transaksi Kepabeanan

Author

Pengembangan Sistem AI untuk Peningkatan Pengawasan Transaksi Kepabeanan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi pelanggaran dan kecurangan pada transaksi kepabeanan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Sistem yang dijadwalkan selesai dalam tiga bulan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penerimaan negara dari sektor kepabeanan.

Rencana Pengembangan Sistem AI

Purbaya Yudhi Sadewa menggarisbawahi pentingnya pengembangan sistem AI untuk pengawasan sektor Bea Cukai. Ia menyatakan, "Dalam 3 bulan ke depan kita akan kembangkan sistem AI yang lebih siap di Bea Cukai. Kalau sampai AI bisa mulai menganalisa 3 bulan ke depan, sudah (selesai)."

Pengembangan sistem ini akan berfungsi sinkron dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), sehingga dapat memaksimalkan penerimaan negara pada aspek kepabeanan dan perpajakan.

Dengan kehadiran sistem ini, diharapkan proses analisis data dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih efisien.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Integrasi dan Efisiensi dalam Penerimaan

Menteri Keuangan mengakui bahwa meski integrasi sistem ini tidak akan selesai dalam waktu singkat, dampaknya diperkirakan terlihat dalam waktu dekat. "Tapi yang jelas dalam beberapa bulan ke depan harusnya penerimaan Bea Cukai akan lebih efisien daripada sekarang," jelas Purbaya.

Ia menegaskan bahwa sistem yang akan dikembangkan akan memungkinkan proses monitoring yang lebih menyeluruh. Ini diharapkan akan membawa kejelasan dan transparansi dalam pengawasan transaksi kepabeanan.

Dengan langkah ini, pelanggaran yang terjadi di sektor ini diharapkan dapat diminimalisir.

Arahan Presiden dan Harapan untuk Pengurangan Praktik Kecurangan

Purbaya mengungkapkan bahwa upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan praktik kecurangan di kepabeanan. "Tidak ada kendala di Bea Cukai. Cuma saya ingin melihat seberapa canggih sih sistem punya Bea Cukai," ungkapnya.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan praktik under invoicing mampu dikurangi. Sistem yang efisien bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan penerimaan, tetapi juga untuk menangani isu-isu terkait pelanggaran perpajakan.

Kehadiran sistem AI ini menjadi penting dalam menjaga integritas serta kredibilitas sektor kepabeanan dan perpajakan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU