Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 23:50 WIB

Konsep Sekolah Terintegrasi di Indonesia: Langkah Membangun Pendidikan Berkualitas

Author

Konsep Sekolah Terintegrasi di Indonesia: Langkah Membangun Pendidikan Berkualitas

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengonfirmasi pihaknya merumuskan konsep sekolah terintegrasi untuk jenjang SD hingga SMA di seluruh Indonesia.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya proyek ini untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak di Indonesia.

Rencana Pembangunan Sekolah Terintegrasi

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pembangunan sebanyak 7.000 sekolah terintegrasi mulai tahun 2026. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah menyebarkan pendidikan berkualitas di setiap kecamatan di Indonesia.

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa sekolah yang dirancang tidak akan berbentuk asrama dan bertujuan untuk mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. 'Jadi Pak Presiden waktu sidang kabinet menyampaikan agar kami menyiapkan konsep Sekolah Unggul Terintegrasi non-asrama,' ujar Abdul Mu'ti.

Sementara itu, pihak Kemendikdasmen masih berada dalam tahap awal persiapan dan studi banding untuk mempelajari model-model sekolah yang sudah ada. Salah satu contohnya adalah Sekolah Unggul Terintegrasi di Samarinda, yang mengadopsi kurikulum Cambridge.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Studi Banding dan Rancangan Kurikulum

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa mes رغم ungkapan sekolah terintegrasi belum sepenuhnya final, pihaknya sudah mulai mempelajari berbagai model pendidikan lainnya. 'Tapi sekarang secara non-formal sudah melihat model-model yang ada,' paparnya.

Sebagai langkah awal, Kemendikdasmen berfokus pada penyusunan kurikulum yang akan digunakan di sekolah-sekolah baru. 'Yang sekarang menjadi fokus kami adalah bagaimana penyiapan kurikulumnya,' tambah Abdul Mu'ti.

Di samping itu, masih ada kendala yang perlu dibahas lebih dalam, termasuk jumlah murid dan penggunaan fasilitas sekolah yang kurang optimal. 'Nanti mungkin juga rekrutmen gurunya dan masalah-masalah yang lebih bersifat akademik,' tambahnya.

Pembentukan Satuan Tugas Khusus

Untuk mempersiapkan pembangunan sekolah terintegrasi, Presiden Prabowo meminta pembentukan satuan tugas khusus. 'Ini sedang saya susun, saya minta Kemendiktisaintek sama Kemendikdasmen, mungkin dibantu oleh kementerian lain juga,' ujarnya.

Satuan tugas ini diharapkan dapat mengeksplor semua aspek terkait pendirian dan pengoperasian sekolah terintegrasi. Prabowo berharap bahwa langkah ini bisa membantu memperbaiki akses pendidikan di tanah air.

Keputusan mengenai lokasi dan jenis sekolah yang akan dibangun di tiap kecamatan akan ditentukan setelah analisis mendalam yang dilakukan oleh satuan tugas tersebut.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU