Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 21:06 WIB

Penemuan Mumi Anak Harimau Gigi Pedang di Siberia: Wawasan Baru tentang Predator Zaman Es

Author

Penemuan Mumi Anak Harimau Gigi Pedang di Siberia: Wawasan Baru tentang Predator Zaman Es

Sebuah penemuan signifikan terjadi di Siberia dengan ditemukannya mumi anak harimau gigi pedang yang terawetkan secara alami dalam lapisan es, memberikan wawasan baru tentang predator legendaris dari Zaman Es.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Mumi ini menunjukkan struktur tubuh yang masih utuh dan diperkirakan berusia antara 35.000 hingga 37.000 tahun, saat mamut berbulu dan bison stepa mendominasi di kawasan Eurasia.

Detail Penemuan dan Uji Radiokarbon

Mumi anak harimau gigi pedang ini ditemukan selama penelitian yang dipimpin oleh Alexey V. Lopatin dari Borissiak Paleontological Institute, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

Spesimen ini dalam keadaan beku, dengan bagian depan tubuh yang masih utuh, termasuk kulit dan bulu, menjadikannya salah satu penemuan mumi hewan purba yang paling lengkap.

Uji radiokarbon pada bulu mumi menunjukkan usia yang berkisar antara 35.000 hingga 37.000 tahun, yang sangat berharga untuk memahami masa ketika hewan-hewan besar berkumpul di Eurasia.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Morfologi dan Adaptasi Harimau Gigi Pedang

Harimau gigi pedang, atau Homotherium latidens, dikenal sebagai predator besar dengan fitur khas, seperti taring panjang yang melengkung hingga 18 sentimeter.

Taring ini berfungsi untuk melukai mangsa besar, seperti mamut, yang menjadi pakan utama mereka.

Morfologi fisik menunjukkan tubuh yang kekar dan berotot dengan kaki yang relatif pendek, memungkinkan mereka untuk mengejar dan memangsa secara efektif.

Pentingnya Penemuan dalam Memahami Sejarah Biologi

Kondisi permafrost Siberia sangat berperan dalam menjaga keutuhan spesimen ini selama puluhan ribu tahun, mencegah pembusukan yang biasa terjadi akibat mikroba dan oksigen.

Penemuan ini memungkinkan peneliti untuk mempelajari jaringan lunak dan anatomi luar hewan yang sebelumnya belum pernah terobservasi secara langsung.

Data yang diperoleh melalui pemindaian CT medis menunjukkan bahwa kemampuan berburu pada anak homotherium sudah ada sejak lahir, bukan hasil dari adaptasi di usia dewasa.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU