Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 16:28 WIB

Noel Immanuel Tegaskan Tak Ada Mobilnya yang Disita KPK

Author

Noel Immanuel Tegaskan Tak Ada Mobilnya yang Disita KPK

Immanuel Ebenezer, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, menegaskan tidak ada kendaraan miliknya yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan ini muncul dalam konteks dugaan pemerasan terkait sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Noel, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa KPK tidak pernah mengonfirmasi mengenai penangkapan yang terjadi dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Ia juga menekankan bahwa kepemilikan kendaraan tidak ada hubungannya dengan kasus yang sedang berjalan.

Pernyataan Noel di Depan KPK

Dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat, 17 Oktober 2025, Noel menegaskan, 'Yang pasti saya tidak ada OTT dan yang 20 sekian mobil itu tidak ada satupun mobil saya ya.' Pernyataan ini menunjukkan ketegasan dari Noel terkait status hukum yang melibatkan dirinya.

Meskipun ditanya lebih lanjut mengenai langkah hukum yang akan diambil, Noel sepertinya masih enggan untuk membagikan rincian lebih lanjut. Ia menambahkan, 'Kedua, dari KPK juga nggak ada menyebutkan bahwa itu mobil saya.'

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Status Pindahan Kendaraan Sitaan

Sebelumnya, KPK telah memindahkan 32 kendaraan yang disita dalam kasus pemerasan terkait sertifikasi K3 ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan tujuan pemindahan ini adalah untuk menjaga kondisi barang sitaan.

Budi menyampaikan, 'Pemindahan kendaraan ke Rupbasan ini bertujuan agar pemeliharaannya dapat dilakukan secara optimal.' Hal ini menunjukkan upaya KPK untuk memastikan kendaraan tersebut dalam kondisi baik hingga proses hukum selesai.

Daftar Kendaraan yang Disita

Kendaraan yang dipindahkan terdiri dari berbagai jenis mobil dan motor, termasuk Honda CRV, BMW 330i, dan Ducati. Budi Prasetyo menjelaskan lebih lanjut, 'Dengan demikian, kondisi barang terjaga kualitasnya dengan baik sehingga saat nanti ditetapkan oleh hakim dirampas untuk negara dan dilakukan lelang oleh KPK, harga ekonomisnya tetap tinggi.'

Di antara kendaraan yang disita juga ada model-model premium seperti Nissan GTR dan Mercedes-Benz C300. Hal ini mengindikasikan adanya nilai aset yang signifikan dalam kasus pemerasan ini.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU