Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 13:31 WIB

Penelitian Mikroplastik di Air Hujan Jakarta dan Sekitarnya

Author

Penelitian Mikroplastik di Air Hujan Jakarta dan Sekitarnya

Penelitian terbaru dari BRIN mengungkapkan bahwa mikroplastik dapat terdeteksi dalam air hujan di Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Peneliti Muhammad Reza Cordova menjelaskan bahwa mikroplastik ini mudah terbawa oleh udara dan angin, menyebabkan dampaknya terasa hingga ratusan kilometer dari sumber pencemaran.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Fenomena ini menjadi isu serius mengingat padatnya aktivitas di Jabodetabek, yang dikenal sebagai ekoregion perkotaan yang kompleks. Dampak dari polusi mikroplastik ini tidak hanya mengancam kualitas lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.

Penyebaran Mikroplastik ke Daerah Sekitar

Menurut Reza, mikroplastik memiliki ukuran yang sangat kecil dan ringan, memudahkan partikel-partikel ini terbawa angin dari satu lokasi ke lokasi lain. Dengan demikian, tidak hanya Jakarta yang terpengaruh, tetapi juga daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dapat mengalami hujan mikroplastik.

Fenomena ini dikenal dengan istilah atmospheric microplastic deposition, yang menjelaskan bagaimana polusi udara dari satu kota besar dapat menciptakan efek lingkungan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan lokasi asalnya. Penting untuk memahami bahwa sampel yang diambil di Jakarta dapat menunjukkan tingkat mikroplastik yang sama di daerah sekitarnya.

Aktivitas padat di Jabodetabek, meliputi jalur transportasi dan kawasan industri, memungkinkan mikroplastik menyebar ke berbagai daerah. Hal ini menguatkan asumsi bahwa polusi di satu lokasi dapat mempengaruhi banyak area sekitar dalam jangka waktu lama.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Sumber Pencemaran Mikroplastik

Reza menjelaskan bahwa mikroplastik dalam air hujan di Jakarta muncul akibat degradasi limbah plastik yang tidak sempurna dan kemudian tersebar melalui udara. Sumber mikroplastik ini beragam, termasuk serat sintetis pakaian, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka.

Temuan penelitiannya menunjukkan bahwa mikroplastik yang terdeteksi berbentuk serat sintetis dan fragmen kecil plastik, dengan komposisi yang mencakup polimer seperti poliester, nilon, dan polietilena. Rata-rata, sekitar 15 partikel mikroplastik ditemukan dalam setiap sampel air hujan yang diuji.

Mikroplastik dapat menyebabkan pencemaran yang lebih luas tidak hanya melalui air, tetapi juga melalui makanan dan udara yang kita hirup. Karenanya, meningkatkan kesadaran tentang penyebab dan dampak pencemaran ini sangatlah penting.

Langkah Pencegahan Terhadap Mikroplastik

Dalam menghadapi masalah pencemaran mikroplastik, Reza menyarankan beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil. Salah satunya adalah mengurangi kebiasaan pembakaran terbuka dan mengelola sampah dengan lebih baik, karena proses ini dapat melepaskan partikel plastik ke udara.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi produk-produk plastik sekali pakai. Upaya seperti memilah sampah, tidak membakar plastik, dan menjaga kebersihan saluran air dapat membantu mengurangi potensi mikroplastik yang terlepas ke lingkungan.

Penting juga untuk meningkatkan sistem daur ulang di tingkat rumah tangga dan industri sehingga setiap individu serta perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan. Hal ini dapat berkontribusi pada pengurangan dampak negatif mikroplastik terhadap lingkungan secara signifikan.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU