Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 12:52 WIB

Dampak Pencemaran Radioaktif Cesium-137 di Cikande: Tantangan Hidup Warga

Author

Dampak Pencemaran Radioaktif Cesium-137 di Cikande: Tantangan Hidup Warga

Kasus pencemaran radioaktif Cesium-137 di kawasan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, telah berdampak signifikan terhadap kehidupan warga setempat, termasuk Sarkinah dan suaminya, Sahroni.

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Keduanya kini menghadapi tantangan besar, baik dalam aspek ekonomi maupun kesehatan, setelah terpapar radiasi dari zat berbahaya tersebut.

Kehilangan Sumber Penghasilan

Sarkinah (49) dan Sahroni (51) adalah dua warga yang merasakan langsung dampak pencemaran Cesium-137. Sarkinah yang sebelumnya bekerja di PT Bahari Makmur Sejati, kini harus berjuang setelah dirumahkan tanpa pesangon setelah pernyataan FDA mengenai kontaminasi.

Sarkinah menjelaskan, "Kalau yang di rumah mah enggak terdampak. Yang di pabrik terdampak karena semua diliburkan." Keadaan ini membuatnya dan suaminya semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sahroni, yang terdampak di pabrik peleburan besi, mengalami kesulitan serupa. Ia kini menjalani proses penyembuhan akibat paparan radiasi, berharap mendapat bantuan dari pihak pemerintah.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Kondisi Kesehatan dan Harapan Akan Bantuan

Sarkinah mengungkapkan harapannya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, khususnya untuk kebutuhan berobat. "Mudah-mudahan dapet bantuan aja dari pihak pemerintah, gitu. Tapi kalau untuk berobat dapat gratis," ujar Sarkinah.

Meskipun telah resmi dirumahkan, Sarkinah belum menerima bantuan apapun dari pemerintah. Ia berusaha mencari pekerjaan baru, namun menemui banyak kendala akibat kondisi saat ini.

Selama proses pemulihan, Sahroni mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan pemantauan kesehatan secara berkala. Keluarga ini sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi untuk keadaan mereka.

Respons Pemerintah Terhadap Pencemaran

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen untuk menangani masalah pencemaran ini. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, menekankan bahwa fokus utama adalah mitigasi dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Rasio menambahkan, "Pembicaraan dengan warga yang terdampak sedang dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial." Koordinasi ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang terimbas.

Proses dekontaminasi dan penanganan dampak pencemaran menjadi prioritas agar kesehatan warga yang terdampak dapat pulih secara optimal.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU