Ribuan warga Amerika Serikat menggelar demonstrasi dengan slogan 'No Kings' untuk menentang kebijakan Presiden Donald Trump pada hari ini, Sabtu (18/10). Aksi ini berlangsung di berbagai lokasi, termasuk dekat kediaman Trump di Mar a Lago, Florida.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Demonstrasi tersebut menegaskan kekuasaan rakyat dan menolak penerapan kekuasaan yang dianggap sewenang-wenang oleh pemerintah. Para peserta menampilkan komitmen mereka bahwa ‘Amerika tidak memiliki raja dan kekuasaan ada di tangan rakyat.’
Asal Usul dan Filosofi Gerakan 'No Kings'
Gerakan 'No Kings' dideklarasikan pada 14 Juni 2023, bersamaan dengan aksi damai yang menandai ulang tahun Trump yang ke-79. Protes ini dipandang sebagai langkah awal untuk melawan kekuasaan otoriter.
Dalam pernyataannya, gerakan tersebut menyatakan, 'Kami melakukan apa yang banyak orang anggap mustahil: memobilisasi jutaan orang secara damai untuk turun ke jalan dan mendeklarasikan dengan satu suara: Amerika Tidak Punya Raja.'
Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan terhadap pemerintahan saat ini dan berusaha mengingatkan nilai-nilai dasar pendiri bangsa. Mengutip dari ABC News, para pendiri bangsa AS merumuskan konstitusi yang tidak memberikan kewenangan tertinggi kepada satu individu.
Gerakan ini menghadirkan kekuatan kolektif rakyat AS, menunjukkan bahwa mereka siap berdiri melawan praktik kekuasaan yang terlalu dominan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Kondisi Sosial dan Dampak Kebijakan Trump
Sejak dilantiknya, Presiden Trump menghadapi banyak kritik terkait kebijakan yang dianggap merugikan rakyat. Beberapa tindakan kontroversial, seperti penangkapan ilegal imigran dan pengerahan Garda Nasional ke kota-kota, telah menciptakan ketegangan sosial.
'Presiden mengira kekuasaan dia absolut. Tapi, di Amerika, kita tak punya raja dan kita akan mundur melawan kekacauan, korupsi, dan kekejaman,' tulis pernyataan dari No Kings.
Kebijakan ini telah memicu protes besar-besaran dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Banyak yang mengekspresikan keprihatinan terhadap penanganan situasi sosial dan dampak kebijakan pemerintah.
Penembakan massal yang meningkat serta biaya hidup yang tinggi menggugah banyak orang untuk terlibat dalam gerakan 'No Kings' sebagai respon terhadap kondisi yang memburuk.
Pendekatan dan Strategi Gerakan
Gerakan 'No Kings' tidak hanya berfokus pada slogan, tetapi juga menunjukkan kemampuan mobilisasi rakyat melalui poster-poster dan nyanyian selama unjuk rasa. Mereka menekankan bahwa negara ini milik rakyat, bukan individu atau kekuasaan tertentu.
'Karena negara ini bukan milik raja, diktator, atau tiran. Negara ini milik Kita, Rakyat-rakyat yang peduli, yang hadir, dan mereka yang berjuang demi martabat, kehidupan yang layak, dan kesempatan nyata,' baca pernyataan resmi dari gerakan.
Pengorganisasian gerakan ini mencerminkan kekuatan solidaritas masyarakat dalam menghadapi praktik pemerintahan yang dianggap sewenang-wenang. Hal ini menciptakan ruang diskusi di tingkat nasional tentang hubungan antara rakyat dan pemerintah.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: