Donald Trump kembali menjadi sorotan perhatian publik, kali ini bukan karena kebijakan, melainkan penampilannya pada foto sampul terbaru Majalah Time. Ia menggambarkan foto tersebut sebagai 'yang terburuk sepanjang masa'.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Gambar ini terkait dengan laporan mengenai perannya dalam menengahi gencatan senjata di Gaza, namun Trump mengungkapkan kekesalannya terhadap sudut pengambilan gambar yang dinilai tidak menguntungkan.
Kritik Trump Terhadap Foto Sampul
Melalui platform Truth Social, Donald Trump menyatakan bahwa meskipun artikel yang ditulis oleh Majalah Time cukup bagus, foto yang menyertainya sangat tidak menyenangkan baginya. "Majalah Time menulis artikel yang cukup bagus tentang saya, tapi fotonya mungkin yang paling buruk sepanjang masa," tulis Trump.
Ia juga menyoroti bahwa komposisi foto tersebut menampilkan efek visual yang merugikan, di mana cahaya matahari menciptakan ilusi rambut yang 'hilang'. "Saya tidak pernah suka foto yang diambil dari bawah, dan yang ini benar-benar buruk. Apa yang mereka pikirkan?" ungkapnya.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Reaksi Publik dan Komentar dari Pihak Lain
Gubernur California, Gavin Newsom, turut berkomentar dengan membagikan versi foto yang telah dipiksel, menambah kontroversi terkait penampilan Trump dalam foto tersebut. Banyak netizen yang mulai membandingkan perlakuan Majalah Time terhadap Trump dengan Presiden Joe Biden, menilai adanya ketidakadilan dalam pemilihan foto.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memberikan pandangan berbeda. Ia berpendapat bahwa gambar yang dipilih menggambarkan kecenderungan negatif dari pihak Majalah Time, dengan menyatakan bahwa 'hanya orang yang dipenuhi kebencian—bahkan mungkin cabul—yang akan memilih foto seperti itu.'
Pendapat Profesional tentang Foto Tersebut
Carly Earl, editor foto Guardian Australia, memberikan analisis yang lebih objektif. Menurutnya, foto itu memiliki kualitas teknis yang baik dan kuat secara visual. "Foto itu menunjukkan Trump dalam pose yang jarang terlihat: tenang dan reflektif," kata Earl.
Dari sisi artistik, Earl mencatat bahwa efek pencahayaan menciptakan kesan halo di sekitar kepala Trump, mungkin sebagai usaha fotografer untuk menampilkan sisi heroik dari sosok tersebut. Namun, ia juga mengakui bahwa tidak semua orang, termasuk subjek foto, akan merasa nyaman jika difoto dari sudut yang demikian.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: