Tagar boikot Trans7 semarak menyusul tayangan yang dianggap menghina Pondok Pesantren Lirboyo dalam program Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Tayangan tersebut menghadirkan reaksi kuat dari berbagai kalangan, mulai alumni pesantren hingga organisasi keagamaan.
Konteks Kontroversi Tayangan Trans7
Tayangan program Xpose Uncensored yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 menyajikan konten yang dianggap melecehkan pesantren, terutama Pondok Pesantren Lirboyo. Judul tayangan tersebut menyiratkan sikap merendahkan terhadap kehidupan santri dan kiai, yang memicu kemarahan di kalangan netizen.
Salah satu akun di media sosial, @cahpondok, menanggapi tayangan tersebut dengan desakan agar media lebih bertanggung jawab. Dalam tulisannya, mereka menegaskan, "Jangan sampai kejadian seperti ini terulang, banyak Kiai yang kaya dari hasil usaha mereka sendiri, atau banyak dari mereka yang hidup dengan serba kekurangan."
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Kecaman dari Alumni Pesantren dan Organisasi Lain
Perkumpulan Ikatan Keluarga Alumni Asshidiqiyah (IKLAS) juga memberikan reaksi tegas terhadap tayangan tersebut. Dalam pernyataannya, mereka mengecam pengisi suara yang dinilai tidak menjunjung tinggi etika dan tidak melakukan penelitian yang mendalam sebelum tayangan disiarkan.
IKLAS mendesak Trans7 untuk meminta maaf kepada masyayikh dan semua Pondok Pesantren di Indonesia. Jika tidak, mereka mengancam akan mengambil langkah lebih lanjut, termasuk melaporkan kasus ini ke Dewan Pers.
Permohonan Maaf Trans7
Trans7 merespon kecaman tersebut dengan mengeluarkan permohonan maaf resmi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo. Kepala Departemen Programming Trans7, Renny Andhita, menyatakan, "Kami dari Trans7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Kyai dan Keluarga, para Pengasuh, Santri, serta Alumni Pondok Pesantren Lirboyo."
Dalam surat tersebut, Trans7 juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi mereka untuk tidak lagi menayangkan konten yang dapat menyinggung kehidupan pesantren dan para ulama.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: