Ilmuwan dari University of Exeter, Inggris, memperingatkan bahwa tanda-tanda kiamat kini mulai terlihat di bawah laut akibat lonjakan suhu global yang ekstrem.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Ekosistem terumbu karang berada di ambang kehancuran, menandakan bahwa Bumi telah mencapai titik balik iklim.
Pemutihan Karang dan Risiko Planet
Laporan yang dikemukakan oleh tim peneliti menyatakan bahwa pemanasan global bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan kenyataan yang sedang dihadapi manusia saat ini.
Steve Smith, ilmuwan sosial dan penulis utama laporan tersebut, menyatakan, 'Kita tidak bisa lagi membicarakan titik balik sebagai risiko masa depan. Ini adalah realitas baru kita.'
Laporan ini juga menyoroti risiko yang dapat menyebabkan sekitar 20 titik balik planet, termasuk kemungkinan runtuhnya lapisan es dan kematian massal hutan hujan Amazon.
Namun, kerusakan ekosistem terumbu karang menjadi bukti paling nyata bahwa salah satu titik balik tersebut telah terlewati.
Dampak Pemutihan Karang Secara Global
Dalam dua tahun terakhir, meningkatnya suhu laut telah menyebabkan pemutihan karang atau coral bleaching secara besar-besaran.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Fenomena ini terjadi ketika karang mengeluarkan alga simbiotik yang menjadi sumber makanan dan memberi warna cerah pada mereka.
Sejak Januari 2023, dunia telah melihat peristiwa pemutihan global keempat dalam beberapa dekade terakhir, dengan lebih dari 84% ekosistem terumbu karang di seluruh dunia terdampak.
Michael Studivan, ahli ekologi karang dari University of Miami, mengungkapkan, 'Kita sudah sampai di titik itu. Gangguan yang terjadi semakin parah dan sering, dan masa pemulihan di antaranya kini hampir tidak ada lagi.'
Tantangan Masa Depan dan Kebutuhan Perubahan Kebijakan
Ilmuwan memperingatkan bahwa meskipun manusia berhasil menstabilkan suhu global di 1,5°C di atas tingkat pra-industri sesuai target Perjanjian Paris 2015, kerusakan pada terumbu karang akan tetap berlanjut.
Untuk menjaga terumbu karang tetap hidup secara signifikan, Bumi perlu didinginkan kembali ke sekitar 1°C di atas tingkat pra-industri, yang mengharuskan penyerapan kembali karbon dioksida dari atmosfer.
Namun, mencapai tujuan tersebut dianggap sulit tanpa adanya perubahan kebijakan dan tata kelola global yang mendasar.
Manjana Milkoreit, ilmuwan politik dari University of Oslo, menyatakan, 'Kita sudah memiliki pengetahuan dan teknologinya. Yang kita butuhkan sekarang adalah sistem pemerintahan global yang mampu menghadapi tantangan sebesar ini.'
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: