Menteri Sosial Saifullah Yusuf, lebih dikenal sebagai Gus Ipul, mengunjungi santri Syehlendra Haical Aditya yang menjadi korban runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Dalam kunjungannya, Gus Ipul menyampaikan salam dari Presiden dan menegaskan perhatian pemerintah dalam penanganan korban.
Kunjungan dan Semangat bagi Santri
Gus Ipul mengungkapkan rasa syukur dapat menjenguk Haical, yang sebelumnya berhasil dievakuasi setelah terjebak selama dua hari di bawah reruntuhan. 'Saya bisa menjenguk kembali Haical, di mana pada waktu itu hari ke-3, hari Rabu, tepatnya saya pas bersama Ibu Kadinsos Provinsi, Pak Wagup, dan Kepala Basarnas menyaksikan secara langsung evakuasi terhadap Haical ini,' jelasnya.
Haical kini menghadapi tantangan baru setelah kakinya terpaksa diamputasi. 'Kamu dapat salam dari presiden, presiden memberikan perhatian, memberikan atensi, makanya yang kerja keroyokan dari berbagai Kementerian, untuk mendukung Haical supaya cepat sehat,' ungkap Gus Ipul.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Proses Penanganan Korban
Gus Ipul menjelaskan bahwa penanganan korban melalui tiga tahap penting yaitu evakuasi, kedaruratan, dan rehabilitasi. 'Pertama adalah tahap evakuasi dan kedaruratan, saya ingin berterima kasih juga tim evakuasi, Basarnas, BNPB, Kepolisian, TNI telah bekerja dengan baik pada masa-masa evakuasi dan masa-masa kedaruratan,' paparnya.
Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan korban. 'Kemensos terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan penguatan kepada para korban,' jelasnya, menekankan dukungan bagi keluarga yang masih menunggu identifikasi.
Kondisi Korban dan Upaya Pemberdayaan
Kondisi korban yang mengalami luka berat dan ringan menjadi perhatian utama. Data terbaru mencatat ada sekitar 74 korban luka ringan, 24 korban luka berat, serta 63 orang yang meninggal dunia pasca insiden tersebut.
Gus Ipul menegaskan bahwa rehabilitasi harus diperhatikan, baik rehabilitasi medis maupun sosial. Dia juga menyatakan, 'Kita akan mendampingi keluarga terutama bagi keluarga yang putranya itu cukup mengalami luka berat sampai ada amputasi atau juga luka-luka lain yang memang memerlukan pendampingan sampai nanti tentu pemberdayaan.'
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: