Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 14:12 WIB

Kontroversi Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026: Perlakuan Diskriminatif Terhadap Suporter Indonesia

Author

Kontroversi Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026: Perlakuan Diskriminatif Terhadap Suporter Indonesia

Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas Indonesia melawan Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 9 Oktober 2025, menyisakan kontroversi yang mencorengkan dunia sepak bola.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz

Perlakuan diskriminatif terhadap suporter Indonesia dan keluarga pemain menjadi sorotan di tengah semangat sportivitas yang diharapkan dalam ajang olahraga internasional.

Kejadian Tak Mencerminkan Nilai Sportivitas

Pada laga tersebut, ribuan suporter Indonesia yang telah membeli tiket resmi justru harus menderita menunggu berjam-jam di luar stadion tanpa ada penjelasan yang jelas.

Kondisi ini diperparah dengan tidak diaktifkannya teknologi akses pintu turnstile otomatis oleh Saudi Arabia Football Federation (SAFF), yang seharusnya memudahkan suporter untuk masuk.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Diskriminasi Terhadap Suporter

Sementara penonton lokal diperbolehkan masuk tanpa pemeriksaan tiket, suporter Indonesia diperlakukan seolah-olah mereka merupakan ancaman.

Seorang suporter yang terjatuh mengalami perlakuan kasar ketika diinjak oleh petugas keamanan, menunjukkan adanya intimidasi di gerbang masuk.

Pengalaman Menyedihkan Keluarga Pemain

Keluarga pemain timnas juga mengalami perlakuan yang sangat buruk, seperti yang dialami oleh istri Thom Haye yang tengah hamil dan mengalami keram akibat harus menunggu dalam waktu lama.

Kekasih pemain Dean James bahkan harus digotong melewati barikade karena dilarang masuk, menggambarkan situasi yang penuh ketegangan dan kekacauan di area stadion.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU