Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 12:20 WIB

Kisah Tragis Remaja Tiongkok: Hukuman Ekstrem dan Dampaknya

Author

Kisah Tragis Remaja Tiongkok: Hukuman Ekstrem dan Dampaknya

Seorang remaja berusia 15 tahun di Tiongkok mengalami gagal ginjal permanen setelah dipaksa melakukan seribu deep squats sebagai hukuman. Kasus ini menimbulkan kemarahan publik dan mengangkat isu serius tentang perlakuan terhadap anak dalam pendidikan korektif.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dikenal dengan nama samaran Ajun, insiden ini menggambarkan dampak negatif dari disiplin ekstrem yang diterapkan di sekolah, serta perlunya perlindungan lebih bagi anak-anak dalam sistem pendidikan.

Latar Belakang Kasus

Insiden ini bermula pada Agustus 2023 saat Ajun ditangkap karena mencuri uang tunai dari mobil yang diparkir. Karena usianya di bawah 16 tahun, ia tidak dapat dikenakan tuntutan pidana dan harus mengikuti pendidikan korektif di Sekolah Yongqing.

Ayah Ajun, Jiang Peifeng, berharap pendidikan tersebut dapat mendidik putranya yang sedang bermasalah. Namun, harapannya berbalik menjadi mimpi buruk saat Ajun menjalani hukuman fisik yang tidak masuk akal dan merugikan kesehatan.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dampak Fisik dan Kesehatan

Pada awal September 2023, saat Ajun dan murid lainnya diperintahkan untuk melakukan deep squats, Ajun melaporkan sudah menyelesaikan hampir 1.000 squat dalam waktu 45 menit. Meskipun begitu, ia mulai merasakan efek buruk terhadap tubuhnya.

Setelah menjalani hukuman selama tiga hari, Ajun mengalami gejala serius, termasuk darah dalam urine dan pembengkakan pada kakinya. Namun, sesi latihan fisik tetap dilanjutkan, meskipun kondisinya semakin memburuk.

Tanggung Jawab Hukum dan Reaksi Publik

Untuk menutupi biaya pengobatan mencapai hampir satu juta yuan, Jiang Peifeng terpaksa menjual rumah dan mengambil pinjaman bank sebesar 450.000 yuan. Ini mencerminkan dampak finansial yang parah akibat hukuman yang diterima Ajun.

Jiang Peifeng telah menggugat biro keamanan publik dan sekolah terkait kelalaian yang mengakibatkan sakit yang diderita putranya. Penyelidikan forensik menunjukkan bahwa hukuman fisik adalah penyebab utama kondisi kesehatan Ajun yang buruk.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU