Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa data mengenai kasus keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Namun, akses publik terhadap data tersebut saat ini masih dalam kewenangan BGN untuk menginformasikannya.
Rutin Melaporkan Data Keracunan
Dalam konferensi pers yang diadakan di Kompleks Istana, Jakarta, Menteri Kesehatan Budi mengatakan bahwa laporan mengenai keracunan dihasilkan dari data yang diterima dari puskesmas.
"Sudah ada datanya, sudah kita share sama BGN. Nanti yang mengeluarkan BGN, tapi datanya kita tiap hari sudah masuk," katanya, menegaskan pentingnya pengumpulan data yang akurat.
Proses pengumpulan data ini merupakan langkah penting untuk memastikan keamanan pangan, terutama untuk anak-anak yang menjadi sasaran program ini.
Data tersebut diperbarui secara berkala dan mencakup pencocokan data dengan sistem Pusat Pelaporan Gizi (SPPG) yang terkait langsung dengan sekolah dan puskesmas.
Kewenangan Publikasi Data
Budi kemudian menjelaskan mengenai kewenangan publikasi data keracunan, yang bergantung pada kebijakan BGN.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
"Nanti BGN yang buka," ujarnya saat ditanya mengenai transparansi data tersebut.
Hal ini menunjukkan pentingnya aksesibilitas data oleh publik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program kesehatan ini.
Menteri Budi berharap agar ada pembahasan lebih lanjut bersama Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, untuk menentukan waktu dan mekanisme pembukaan data kepada masyarakat.
Inspirasi dari Kasus Covid-19
Budi juga mencermati bahwa metode pelaporan kasus keracunan mungkin akan mengadopsi pola yang diterapkan selama pandemi Covid-19.
"Kami harapkan mungkin nanti kita akan berkoordinasi dengan Badan Komunikasi Pemerintah, kalau perlu misalnya ada update harian atau mingguan atau bulanan seperti saat Covid-19 kita bisa lakukan," jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan respon publik terhadap isu kesehatan pangan, terutama yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis.
Budi menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak untuk memastikan keberhasilan program mendukung kesehatan anak-anak di Indonesia.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: