Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 21:15 WIB

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kebocoran Data Anggota Polri oleh Bjorka

Author

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kebocoran Data Anggota Polri oleh Bjorka

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki dugaan kebocoran data pribadi ratusan ribu anggota Polri yang diduga dilakukan oleh peretas bernama Bjorka. Informasi dari kasus ini diungkap oleh Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, yang mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan penelusuran.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR

Dugaan kebocoran tersebut mencuat setelah ahli keamanan siber, Teguh Aprianto, membagikan informasi di media sosial bahwa Bjorka mengklaim telah membocorkan data lengkap sekitar 341.000 anggota Polri, termasuk nama, pangkat, dan informasi kontak.

Latar Belakang Kasus Kebocoran Data

Dugaan kebocoran data anggota Polri mulai mencuat ketika Teguh Aprianto, seorang ahli keamanan siber, mengungkapkan informasi tersebut melalui media sosial. Menurut unggahan yang dibagikannya, Bjorka mengklaim telah membocorkan data yang mencakup informasi pribadi dari 341.800 anggota Polri.

Data yang bocor itu tidak hanya terdiri dari nama lengkap, pangkat, dan satuan tugas, tetapi juga nomor telepon dan alamat surel. File awal yang berukuran 9 MB tersebut berkembang menjadi 40 MB setelah diekstrak, yang menunjukkan kompleksitas data yang bocor.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Pernyataan Pihak Kepolisian

Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa pihaknya kini dalam tahap pengecekan terkait kebocoran tersebut. 'Saya baru dengar. Saya cek dahulu,' ujar Reonald saat dihubungi untuk memberikan klarifikasi mengenai isu yang beredar.

Pihak kepolisian mengindikasikan bahwa verifikasi isi data akan memerlukan waktu, dan penekanan pada pentingnya investigasi lebih lanjut tetap menjadi prioritas. Reonald menambahkan bahwa unit terkait sedang mendalami masalah ini dengan serius.

Reaksi dari Bjorka

Bjorka, yang mengklaim bertanggung jawab atas kebocoran tersebut, menyampaikan bahwa tindakannya adalah respons terhadap klaim penangkapan oleh aparat kepolisian. 'Since the police in Indonesia allege that they have arrested me, I have decided to disclose this data as a surprise for them,' tulisnya dalam unggahan di forum gelap.

Kepolisian kemudian menekankan pentingnya menjaga keselamatan data serta keamanan informasi di lingkungan instansi pemerintah. Mereka berkomitmen untuk menyelidiki insiden ini hingga tuntas dan menjaga integritas data publik.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU