Perang di Gaza yang berlangsung selama dua tahun menunjukkan tidak ada tanda-tanda akan mereda. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memastikan bahwa serangan akan terus dilanjutkan sampai kekuatan Hamas dihapuskan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Netanyahu menyatakan bahwa tindakan militer ini bertujuan untuk meraih hasil yang lebih luas, termasuk memulangkan sandera dan menjamin keamanan Israel dari ancaman yang datang dari Gaza.
Pernyataan Tegas Netanyahu
Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan, "Kita berada di hari-hari yang menentukan. Kita akan terus bertindak untuk mencapai semua tujuan perang, memulangkan semua korban penculikan, menghapuskan kekuasaan Hamas, dan memastikan bahwa Gaza tidak akan pernah lagi menjadi ancaman bagi Israel."
Pernyataan tersebut muncul di tengah perundingan damai yang berlangsung secara tidak langsung antara pihak Israel dan Hamas di Mesir. Namun, meskipun proses diplomasi sedang berlangsung, Netanyahu menegaskan bahwa serangan akan tetap berlanjut.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan serangan sebagai reaksi terhadap serangan Hamas yang menyebabkan hilangnya 1.200 nyawa di wilayah Israel.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Dampak Serangan di Gaza
Serangan yang dilakukan oleh Israel di Gaza telah memicu lebih dari 67 ribu korban jiwa, dengan banyak di antara mereka adalah anak-anak dan perempuan. Angka ini diperkirakan masih lebih tinggi karena banyak yang terperangkap di bawah reruntuhan.
Selain itu, ratusan ribu warga Gaza mengalami berbagai luka akibat serangan tersebut. Konflik ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang kritis, membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan terancam akan kelaparan.
Data terbaru menunjukkan bahwa angka korban jiwa di pihak Palestina terus bertambah, jauh dari harapan untuk perbaikan situasi di sana.
Keterlibatan Pihak Ketiga dalam Negosiasi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan keyakinannya bahwa kesepakatan damai di Gaza masih memungkinkan. Ia menyatakan, "Kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan di Timur Tengah yang akan membawa perdamaian ke Timur Tengah," dalam sesi wawancara di Gedung Putih.
Trump menambahkan bahwa negosiator AS tidak hanya terlibat dalam perundingan di Mesir, tetapi juga mengharapkan partisipasi aktif dari utusannya dan menantunya, Jared Kushner.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan untuk meredakan ketegangan, meskipun Netanyahu tetap bersikeras untuk melanjutkan serangan yang telah berlangsung.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: