Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menunjukkan keprihatinan mendalam terkait laporan perlakuan kasar terhadap aktivis iklim, Greta Thunberg, yang diduga dipaksa untuk mencium bendera Israel.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Dalam pernyataannya, Stenergard menegaskan bahwa jika laporan tersebut benar, kementerian berencana untuk memulangkan Thunberg secepat mungkin.
Laporan Perlakuan Kasar Terhadap Greta Thunberg
Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, mengingatkan pentingnya menghormati keselamatan dan hak-hak konsuler warganya dalam situasi genting ini.
Ia menegaskan bahwa laporan mengenai penganiayaan yang dialami Thunberg sangat serius dan pemerintah Swedia akan memastikan keamanan serta kesehatan Thunberg selama masa penahanan.
Stenergard juga menyatakan bahwa kementerian berupaya untuk memberikan akses konsuler yang lebih bagi Thunberg dan tahanan lainnya, setelah perwakilan kementerian bertemu dengan beberapa tahanan pada hari Jumat.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dugaan Penahanan dan Paksaan
Greta Thunberg dan lebih dari 400 aktivis lainnya ditahan setelah armada bantuan Global Sumud Flotilla menuju Gaza dicegat oleh pasukan Israel.
Meskipun beberapa tahanan telah dideportasi, proses hukum bagi yang lain masih berlangsung, menciptakan ketidakpastian mengenai nasib para peserta.
Berita mengenai perlakuan buruk terhadap Thunberg muncul setelah beberapa korespondensi menunjukkan bahwa ia ditahan dalam kondisi yang tidak layak, tanpa makanan dan air yang memadai.
Reaksi dan Kesaksian dari Aktivis Lain
Beberapa peserta armada lainnya mengonfirmasi penganiayaan yang dialami Thunberg. Aktivis dari Turki, Ersin Celik, menyatakan, 'Pasukan Israel menyiksa Greta dengan kejam di depan mata kami.'
Celik menambahkan, Thunberg bahkan harus merangkak dan mencium bendera Israel, tindakan yang dianggap sangat merendahkan.
Seorang jurnalis Italia, Lorenzo D'Agostino, juga berbagi pengalaman serupa dan menekankan tindakan tidak manusiawi yang dialami para aktivis, yang mengangkat pertanyaan mendalam mengenai perlakuan pihak berwenang terhadap mereka.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: