Tim SAR Gabungan telah menuntaskan pencarian di reruntuhan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, tanpa menemukan tanda kehidupan setelah evakuasi terakhir pada 1 Oktober 2025.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa beralihnya tahap pencarian ini dilakukan setelah memastikan tidak ada lagi korban yang masih hidup.
Kondisi Terbaru Evakuasi
Tim SAR Gabungan mencatat bahwa evakuasi korban terakhir berhasil dilakukan dalam keadaan selamat pada pukul 20.22 WIB. Namun, setelah pencarian intensif, tidak ada tanda kehidupan yang terdeteksi.
Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB, mengungkapkan bahwa secara ilmiah, tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan. Pemantauan lanjutan dengan drone thermal juga tidak menunjukkan hasil yang berbeda.
Sebagai langkah antisipasi, area sekitar lokasi juga disterilkan untuk mendeteksi suara kecil yang mungkin berasal dari korban. Sayangnya, hingga pagi hari berikutnya tetap tidak ada hasil yang menunjukkan tanda kehidupan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Pengalihan Tahap Evakuasi
Dengan mengesampingkan harapan untuk menemukan korban hidup, tim gabungan memutuskan untuk beralih dari penyelamatan kepada pengangkatan reruntuhan menggunakan alat berat. Keputusan strategis ini diambil setelah diskusi mendalam dengan keluarga korban.
Suharyanto menjelaskan, "Ada beberapa langsung sedih tapi tidak ada satu pun keluarga yang meminta kami melanjutkan pencarian terhadap korban yang hidup." Hal ini mencerminkan penerimaan keluarga terhadap keadaan yang ada.
Metode evakuasi yang diperbarui ini juga mengacu pada observasi tim mengenai struktur bangunan yang ambruk, akibat kegagalan dalam menahan beban sesuai kemampuan yang ditentukan.
Data Korban dan Proses Perawatan
Dari total 108 orang yang terdaftar sebagai korban, delapan belas orang berhasil dievakuasi, lima orang dinyatakan meninggal, dan seratus tiga orang dalam keadaan selamat. Pencarian masih berlanjut untuk 59 orang yang belum ditemukan.
Korban yang berhasil dievakuasi kini mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Notopuro Sidoarjo dan Rumah Sakit Delta Surya. Tim medis siap sedia untuk memberikan penanganan yang dibutuhkan setiap korban.
Peristiwa tragis ini telah berdampak signifikan bagi masyarakat setempat, menimbulkan urgensi bagi pihak berwenang untuk melakukan investigasi mendalam guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: