Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 12:17 WIB

Sejarah dan Perkembangan Trem di Indonesia: Dari Masa Kolonial hingga Hilangnya Moda Transportasi

Author

Sejarah dan Perkembangan Trem di Indonesia: Dari Masa Kolonial hingga Hilangnya Moda Transportasi

Trem pernah menjadi salah satu moda transportasi utama di kota-kota besar Indonesia, khususnya di Surabaya dan Jakarta. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, moda ini perlahan-lahan menghilang dari peta transportasi perkotaan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Sejarah trem di Indonesia menunjukkan perjalanan yang menarik, dimulai dari era kolonial Belanda hingga memudarnya keberadaannya di era modern. Implementasi trem tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga membentuk wajah kota-kota tersebut.

Awal Mula Trem di Indonesia

Trem pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada era penjajahan Belanda sekitar akhir abad ke-19. Moda transportasi ini dirancang untuk melayani penduduk perkotaan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Pada tahun 1884, trem listrik pertama kali dioperasikan di Surabaya, diikuti dengan Jakarta yang mulai mengadopsi sistem yang sama beberapa tahun kemudian. Keberadaan trem saat itu sangat penting karena mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar dengan efisiensi tinggi.

Kehadiran trem di perkotaan Indonesia menunjukkan kemajuan teknologi yang dihadirkan oleh kolonial Belanda, serta mempercepat urbanisasi dengan menyediakan aksesibilitas lebih baik bagi masyarakat.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang

Perkembangan dan Popularitas Trem

Dari awal penggunaannya, trem cepat mendapatkan popularitas di kalangan warga kota. Jaringan trem yang luas di Surabaya dan Jakarta memungkinkan penduduk untuk berpindah tempat dengan lebih cepat dan nyaman.

Selama dekade 1930-an, sistem trem mencapai puncak penggunaannya, dengan rute yang membentang melewati berbagai kawasan penting. Hal ini membuat trem menjadi moda transportasi yang sangat diandalkan oleh masyarakat.

Namun, seiring bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, ketergantungan terhadap trem mulai berkurang. Pada tahun 1960-an, perhatian lebih difokuskan pada perkembangan transportasi darat lainnya, seperti bus dan mobil pribadi.

Trem yang Hilang dan Kenangan yang Tersisa

Pada akhir dekade 1970-an, trem secara resmi dihentikan operasionalnya di Jakarta dan Surabaya. Faktor-faktor seperti mahalnya biaya pemeliharaan dan peningkatan lalu lintas menjadi alasan utama penutupan sistem ini.

Meskipun sudah tidak beroperasi, jejak trem masih dapat ditemukan dalam bentuk rel yang tersisa serta bangunan yang dulunya menjadi stasiun. Sejumlah warga masih mengenang masa-masa ketika trem menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan perkotaan.

Seiring berkembangnya inisiatif untuk mengembalikan moda transportasi berkelanjutan, beberapa pihak mulai mengusulkan untuk menghidupkan kembali sistem trem. Meskipun demikian, tantangan besar masih menghadang terkait pembiayaan dan infrastruktur yang dibutuhkan.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU