Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 21:02 WIB

Pidato Mahmoud Abbas di PBB: Penolakan Terhadap Hamas dan Seruan untuk Negara Palestina

Author

Pidato Mahmoud Abbas di PBB: Penolakan Terhadap Hamas dan Seruan untuk Negara Palestina

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan ketidaksetujuannya terhadap peran politik Hamas dalam pemerintahan Palestina saat berbicara di Sidang Majelis Umum PBB pada 25 September 2025. Dalam pidato yang disiarkan lewat video, ia menyerukan dukungan internasional untuk pembentukan negara Palestina.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Pidato ini berlangsung setelah AS menolak memberikan visa untuk Abbas, hanya beberapa hari setelah KTT yang dipimpin Prancis yang melibatkan negara-negara yang mengakui Palestina.

Penolakan Terhadap Hamas

Selama pidatonya, Abbas menegaskan, 'Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan. Hamas dan faksi lainnya harus menyerahkan senjata mereka kepada Otoritas Nasional Palestina.' Pernyataan ini mendapatkan tepuk tangan dari delegasi, menunjukkan dukungan bagi kepemimpinan moderat.

Abbas juga menyoroti serangan mematikan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menargetkan warga sipil Israel. Ia menyatakan, 'Meski rakyat kami telah banyak menderita, kami menolak apa yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober, tindakan yang menargetkan warga sipil Israel dan menyandera mereka.'

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Dengan penegasan ini, Abbas berusaha menunjukkan bahwa tindakan Hamas bertentangan dengan perjuangan rakyat Palestina yang sah untuk kemerdekaan.

Solidaritas dan Antisemitisme

Abbas menolak segala tudingan yang mengaitkan solidaritas terhadap Palestina dengan antisemitisme. Ia menegaskan, 'Kami menolak mencampuradukkan solidaritas dengan Palestina dan isu antisemitisme, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai dan prinsip kami.'

Dalam konteks ini, Abbas berupaya memperjelas bahwa dukungan terhadap Palestina tidak dapat disalahartikan sebagai serangan terhadap masyarakat Yahudi.

Masyarakat Internasional dan Pengelolaan Gaza

Abbas menggambarkan agresi Israel di Gaza sebagai 'salah satu bab paling mengerikan dalam tragedi kemanusiaan abad ke-20 dan ke-21,' secara implisit mengaitkannya dengan peristiwa Holocaust. Pidato ini mencerminkan keprihatinannya terhadap situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Untuk menangani situasi di Gaza, Abbas mengusulkan pembentukan komite sementara yang dipimpin oleh Otoritas Palestina. Ia berharap ini dapat membantu mengelola wilayah yang telah berada di bawah kendali Hamas sejak 2007.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU