Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 14:04 WIB

Slovenia Larang Masuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Author

Slovenia Larang Masuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Pemerintah Slovenia telah memberlakukan larangan perjalanan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai respons terhadap tindakan Israel di Gaza, Palestina. Larangan ini mencerminkan komitmen Slovenia terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional yang berkelanjutan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Langkah Pemberlakuan Larangan Masuk

Sekretaris Negara Slovenia, Neva Grasic, mengungkapkan keputusan tersebut melalui akun X, menegaskan bahwa Slovenia ingin menunjukkan dukungan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.

"Dengan tindakan ini, Slovenia menegaskan komitmennya terhadap hukum internasional, nilai-nilai universal hak asasi manusia, dan kebijakan luar negeri yang berprinsip dan konsisten," ujar Grasic.

Sebelumnya, pada bulan Agustus 2025, Slovenia juga mengumumkan embargo senjata terhadap Israel, yang menandakan sikap tegas negara tersebut terhadap situasi di Gaza.

Sebagai langkah tambahan, Slovenia memutuskan untuk melarang impor barang-barang yang diproduksi di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Alasan di Balik Larangan

Grasic menjelaskan bahwa larangan terhadap Netanyahu dipicu oleh tuduhan kejahatan perang yang ditujukan kepadanya, berdasarkan pandangan Mahkamah Internasional.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

"Publik mengetahui bahwa proses hukum sedang berlangsung terhadapnya atas tuduhan melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," tambahnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah Slovenia berharap untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada Israel terkait kepatuhan terhadap keputusan pengadilan internasional dan hukum humaniter internasional.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Slovenia untuk menyerukan gencatan senjata yang mendesak di Gaza.

Komitmen Slovenia terhadap Palestina

Sebagai bagian dari respons terhadap konflik yang berkepanjangan, Slovenia telah berulang kali menyerukan perlunya bantuan dan dukungan untuk rakyat Palestina.

Sejak Juli 2025, Slovenia telah memberlakukan embargo ekspor, impor, dan transit senjata ke dan dari Israel serta melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut memicu Slovenia untuk terus meningkatkan dukungan bagi warga sipil yang terdampak oleh konflik.

Paket bantuan tambahan untuk warga Palestina juga telah disetujui, mencerminkan kepedulian Slovenia terhadap isu kemanusiaan yang mendesak.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU